Minggu, 22 Maret 2015

MuLaiLah sejak Dini

Melatih Anak Beribadah Sejak Dini

“Anak-anak Ayah yang saleh dan hebat, ayo lekas bangun. Waktu Subuh sebentar lagi tiba. Kita siap-siap shalat Subuh berjama’ah”, ujar seorang Ayah membangunkan anak-anaknya.

Anak-anaknya segera bangun dan bangkit menuju kamar mandi. Mereka tampak bersemangat mengambil air wudhu untuk kemudian shalat Subuh berjama’ah dengan Ayah dan Bundanya.

٭٭٭

Ayah-Bunda, sebagai umat Islam, tentu kita memahami bahwa ibadah kepada Allah adalah perkara yang sangat penting. Karena, tujuan manusia diciptakan tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah. Karena itu, orangtua perlu membiasakan anak-anaknya untuk belajar dan berlatih beribadah sejak dini.

Salah satu ibadah yang sangat fundamental dalam Islam adalah shalat. Shalatlah yang menjadi pembeda antara muslim dan kafir. Shalat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak. Lebih dari itu, shalat merupakan sarana komunikasi makhluk (manusia) dengan khaliknya (Allah swt) dan sekaligus bentuk penghambaan diri kepada-Nya.

Oleh karena itu, setiap orangtua harus melatih dan membiasakan anak-anaknya beribadah sejak dini. Sehingga, ketika memasuki usia balig, anak sudah terbiasa mengerjakan shalat dan amal ibadah lainnya yang menjadi kewajibannya. Melatih dan membiasakan anak-anak beribadah merupakan kewajiban orangtua sebagai bagian dari pendidikan yang harus diberikan kepada anak.

Al-Qur’an menerangkan, “Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha [20]: 132).

Sekali lagi mari kita belajar kepada Luqman. Luqman adalah sosok orangtua yang berhasil mendidik anak-anaknya. Maka, pantas saja Allah mengabadikan kisah Luqman dalam Al-Qur’an. Bahkan, menjadikan namanya sebagai salah satu nama surat dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an menerangkan, “Wahai anakku! Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS. Luqman [31]: 17).

Setelah pada ayat sebelumnya mengisahkan Luqman yang menanamkan tauhid kepada anak-anaknya, pada ayat ini mengisahkan Luqman yang mengajarkan anak-anaknya agar mendirikan shalat dan melakukan amar makruf nahyi munkar. Luqman memahami bahwa setelah tauhid (akidah), maka perkara penting selanjutnya adalah ibadah. Karena itulah, ia begitu telaten mengajarkan anak-anaknya agar taat beribadah kepada Allah.

Nah, mari kita latih dan ajari anak-anak kita beribadah sejak dini. Rasulullah saw. menganjurkan kita agar melatih dan mengajari anak-anak beribadah sejak anak berusia tujuh tahun. Tentu saja lebih dini lagi, itu lebih baik. Karena, untuk menanamkan karakter taat beribadah pada diri anak perlu pembiasaan sejak dini. Ketika anak sudah terbiasa, maka perlahan akan menjadi sebuah karakter.

Abdullah bin Umar ra. meriwayatkan, “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Perintahkan anak-anakmu shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun. Dan, pukullah mereka karena meninggalkan shalat ketika telah berusia dua belas tahun. Dan,pisahkanlah tempat tidur mereka.’” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Hakim).

Ayah-Bunda, jangan sampai kita termasuk orangtua yang melalaikan kewajiban ini. Karena, sesungguhnya Allah telah mengingatkan kita agar memelihara diri dan keluarga kita dari api neraka. Ketika kita tidak pernah mengajari dan melatih anak-anak untuk beribadah, sehingga mereka tumbuh dan berkembang menjadi remaja yang melalaikan shalat, bahkan hingga dewasanya, maka kelak di akhirat anak-anak kita akan menuntut kita. Mereka akan menarik kita untuk sama-sama masuk neraka. Naudzubillah…

Al-Qur’an mengingatkan, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).

Alangkah indahnya jika setiap keluarga muslim mengajari dan melatih anak-anak mereka untuk beribadah sejak dini. Berikan contoh dan teladan terbaik bagi anak-anak dalam hal beribadah dan hal-hal lainnya. Dengan demikian, kelak diharapkan akan lahir generasi muda Islam yang saleh dan salehah serta unggul. Selamat melatih anak-anak Anda untuk beribadah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar