Selasa, 24 November 2015

CaNtik ALAMI ataU CaNtik ALA MIE??

Apa itu Kosmetik Organik ?
-
-
-
-
^_^

Bahan organik semakin jadi idola. Termasuk untuk bahan produk perawatan tubuh. Semakin canggih teknologi produk kecantikan kulit, justru semakin beralih ke bahan herbal dan tentu saja organik.

Mulai dari produk perawatan sehari-hari, hingga produk riasan yang telah menjadi kebutuhan wanita untuk tampil makin bergaya.

Sebetulnya apa yang dimaksud dengan produk kecantikan berbahan organik? Kata kuncinya adalah tanpa bahan kimia. Semakin sedikit bahan kimia yang terkandung dalam produk kecantikan itu, semakin bisa disebut organik.

Selain itu, produk organik juga tidak memakai bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Baik untuk produknya, bahan kemasan, hingga proses pembuatannya yang ramah lingkungan.

Natural versus organik
Kenali label produk perawatan Anda. Selama ini kita sering terjebak dengan kata natural. Keterangan natural saja tidak cukup. Sebotol sampo dengan aroma buah-buahan atau herbal belum tentu benar-benar memakai bahan natural. Yang banyak digunakan adalah bahan kimia yang memiliki aroma atau esens seperti wangi bahan alami.

Untuk lebih aman, sebaiknya Anda pilih produk yang benar-benar berkomitmen dengan bahan alami dan organik.

Ini dia Rahasia Cantik dengan kosmetik Organik..
Pilih CANTIKMU.. ALAMI Atau ALA MIE..

Minggu, 17 Mei 2015

SiaPa biLanG WaniTa HAID tak bisa BeraMaL?

Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

Islam tidaklah melarang umatnya untuk beribadah, selama tidak melanggar aturan. Karena setiap manusia dituntut untuk menjalankan ibadah selama hayat masih dikandung badan. Allah menegaskan dalam firman-Nya,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)

Para ulama tafsir sepakat bahwa makna Al-Yaqin pada ayat di atas adalah kematian.

Tak terkecuali wanita haid. Islam tidaklah melarang mereka untuk melakukan semua ibadah. Sekalipun kondisi datang bulan, membatasi ruang gerak mereka untuk melakukan amalan ibadah. Wanita haid masih bisa melakukan amalan ibadah.

Amalan ibadah yang bisa dilakukan wanita haid. Diantaranya,

1. Membaca Al-Quran tanpa menyentuh lembaran mushaf. InsyaaAllah, ini pendapat yang lebih kuat. Penjelasan selengkapnya bisa anda pelajari di: Hukum Wanita Haid Membaca Al-Quran | http://ayo.dakwah.in/1JQfmwf

2. Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Al-Qurannya. Karena benda semacam ini tidak dihukumi Al-Quran. Sehingga, bagi wanita haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Al-Quran, sementara dia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat, komputer, atau tablet atau semacamnya.

3. Berdzikir dan berdoa. Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya doa setelah adzan, doa seusai makan, doa memakai baju atau doa hendak masuk WC, dll.

4. Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya. Ulama sepakat wanita haid atau orang junub boleh membaca dzikir. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 25881)

5.Belajar ilmu agama, seperti membaca membaca buku-buku islam. Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh disentuh.

6. Mendengarkan ceramah, bacaan Al-Quran atau semacamnya.

7. Bersedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya.

8. Menyampaikan kajian, sekalipun harus mengutip ayat Al-Quran. Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca Al-Qur’an.

Dan masih banyak amal ibadah lainnya yang bisa menjadi sumber pahala bagi wanita haid. Karena itu, tidak ada alasan untuk bersedih atau tidak terima dengan kondisi haid yang dia alami.

Allahu a’lam

BerCaHaya KaRna WudhU

BERCAHAYA KARENA WUDHU

"Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya yang disebabkan dari bekas wudhu. Maka barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk melebihkan cahayanya (batasannya) maka lakukanlah," (HR. Bukhari).

Ketika Ambil Wuduk niatkanlah dalam hati :

1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan "Ya ALLAH, ampunilah dosa mulut dan lidahku ini"

2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan "Ya ALLAH, putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini"

3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan "Ya ALLAH, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini"

4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan "Ya ALLAH, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiri ku ini"

5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan "Ya ALLAH, lindunglah daku dari terik matahari di padang Mahsyar dengan Arasy Mu"

6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan, "Ya ALLAH, ampunilah dosa telinga ku ini"

7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan "Ya ALLAH, Jangan gelincirkan kakiku ketika aku melintasi titian Siratul Mustaqim nanti"

8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan "Ya ALLAH, bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat maksiat serta ampunkanlah dosa2 aku"

Jumat, 15 Mei 2015

PrakTek tak semUdah TeoRi.

MENGASUH SEMUDAH BERCERMIN

Seorang ibu saat ini dibanjiri teori. Akan tetapi ketika prakteknya terkadang lupa teori.
Sejatinya pengasuhan itu selain teori juga memerlukan intuisi.

Karena pada nyatanya kejadiannya terkadang tidak pas dengan teori. Belum lagi faktor khas anak dan ibu yang tidak mungkin semua dijelaskan oleh teori.

Agar intuisi tepat, intuisi perlu bergandengan dengan nurani.

Bagaimana caranya?

Ambilah cermin dan hayati lekat lekat

Jika saat kita melakukan kesalahan, kita ingin dimaklumi, baru dinasihati. Maka demikian pula anak kita, saat mereka melakukan kesalahan, mereka ingin dimaklumi dulu, baru dinasihati.

Jika jantung kita berdegup kencang, ketika ditegur dengan suara keras. Maka demikian pula anak kita, jantungnya akan berdegup kencang ketika ditegur dengan suara keras.

Jika kita cenderung menyangkal ketika dituduh. Maka demikian juga anak kita cenderung menyangkal ketika dituduh.

Jika kita cenderung berkata jujur apa adanya, saat kita merasa aman. Maka demikian juga anak kita akan berkata jujur apa adanya, saat ia merasa aman.

Jika kita minta waktu sedikit untuk menyelesaikan aktivitas yang sedang dikerjakan. Maka anak kita juga perlu sedikit waktu untuk bersiap menghentikan aktivitas yang sedang dikerjakan.

Jika kita nyaman dipanggil dengan kelembutan. Maka anak kita juga nyaman dipanggil dengan kelembutan.

Jika kita akan sangat terkenang oleh kesabaran orang lain mengajari kita. Maka anak kitapun akan terkenang dengan kesabaran kita mengajari mereka.

Jika kita tidak suka dibandingkan. Maka anak kita pun tidak suka dibandingkan.

Jika kita ingin dihargai hasil karyanya. Maka demikian juga anak kita ingin dihargai.

Jika kita ingin dipercaya bahwa kita bisa. Maka demikian pula anak kita ingin dipercaya ia bisa.

Jika kita menjadi tidak yakin diri karena memikirkan kritikan. Maka anak kitapun demikian, ia akan sibuk menghindar dari kritikan sampai akhirnya memutuskan untuk tidak mengerjakan.

Jika kita ...

Sesungguhnya mudah untuk tahu apa yang tepat dilakukan pada anak anak kita, jika mau bercermin. Menghayati lekat lekat, apa yang kita rasa, apa yang kita inginkan.

Selasa, 12 Mei 2015

Nikah aDaLah petuNjuk aNak

🌻🌻 👳 pemateri : Ihsan (Canun)

Bismillah
Assalamualaikum wr wb :)
Ibu2, mohon maaf atas keterlambatan dan keterpendingan jadwal yg smula 2 hari lalu jd hari ini
Perkenalkan,  nama sy ikhsanun kamil pratama,  biasa dipanggil kang canun.  Aktivitas harian sy sbagai konselor pernikahan,  dan sering mengadakan pelatihan pernikahan harmonis dan family coaching (bimbingan keluarga)  di bbrp instansi
Kasusny memang nano2 rasanya.  Nmun dr beragam kasus yg sy tangani,  sy ternyata mendapatkan sbuah pola permasalahn umum,  dan bagaimana cara menanganinya
Ternyata ibu2, permasalahan yg terjadi seringkali krn byk pasutri yg tidak melakuk hal2 yg sederhana yg akan sy share.  Atau,  kalaupun tau formulany,  tp tidak tau bagaimana aplikasinya d dunia nyata
Krn itu hari ini mah,  kita ngobrolny yg ringan2 aj y bu :)
Yg pnting bs dipraktekin,  sepakat?
Nah,  hal yg paling seriing dikeluhkan adalah masalah ini:

Kang,  gmn sih cara yakinin/menyadarkan pasangan ttg pentingnya miliki quality time sama anak?
Atau ini:

Kang,  sy teh udh ikut kelas parenting ksana ksini.  Sy udh terapkan anak sy biar dibatasi main games,  tp pasangan justru yg menghancurkan aturan baru yg sy buat...
Knp hal ini byk terjadi?  Biasanya,  pasangan yg tak terlalu peduli dgn anak,  hubungan dgn pasanganny krg baik
Biasany,  pasangan yg sering perang dingin atau berantem tp dipendam,  seringkali yg jd korban dr emosi pertengkaran ortuny adalah anakny
Dgn kata lain,  pernikahan yg sekedar bertahan demi anak,  yg ortu pikir itu baik,  ternyata berdampak tak baik utk tumbuh kembang anak
Jika kita betul2 peduli anak,  betul2 sayang akan anak, maka keharmonisan pernikahan adalah hal yg perlu utk Anda perjuangkan
Tahukah Anda? Anak belajar banyak dari pernikahan orangtuanya...

Jika suami istri tak kompak dan lembek, maka anak akan memiliki pendirian yang lemah.

Jika Istri melarang sang anak untuk menonton televisi, dan menyuruh belajar, sedang suami memperbolehkan sang anak untuk belajar sambil nonton TV, maka ketidakkompakan orangtuanya akan membuatnya berpihak pada satu pihak, dan bisa saja menjadi opportunis

Jika suami istri sering berselisih dalam konflik rumahtangga, dan 'menyelesaikannya' dengan pertengkaran, itu akan menjadi pembelajaran bagi anak untuk gunakan kekerasan jika menyelesaikan masalah...

Jika suami istri tidak ramah satu sama lain, anak akan belajar untuk menjadi cuek...

Jika suami istri sering mengumpat satu sama lain, maka anak akan belajar menjadi rendah diri...

Jika suami istri saling menggurui, saling berperan menjadi bos, maka anak akan menjauh dari orangtuanya...

Jika suami istri tegas dan kompak dalam kebaikan, maka anak akan memiliki pendirian yang kuat, mampu bedakan mana benar mana salah...

Jika suami istri saling support dalam hadapi masalah kehidupan, maka anak akan belajar menghargai diri sendiri...

Jika suami istri membangun lingkungan yang bersahabat, maka muncul RESPECT dari anak, tak perlu diminta....

Jika suami istri ringan mulut untuk mengucapkan TERIMA KASIH, maka anak akan belajar menghargai manusia lain...

Jika suami istri ringan mulut untuk mengucapkan MAAF atas ketidaknyamanan yang dirasakan pasangan, anak pun akan belajar bahwa dirinya TIDAK SELALU benar...

Jika suami istri saling terbuka akan keluhan pasangannya dan tiada 'rahasia antara kita', maka anak pun senang untuk terbuka dengan orangtuanya...
Terbuka tentang lawan jenis yang mulai disukai...
Terbuka tentang kapan pertama kali mimpi basah...
Terbuka tentang keinginannya untuk mencicipi rokok...
Terbuka tentang keinginan untuk sesekali bolos...
Sehingga kita bisa lakukan pencegahan dan proteksi anak dari bisikan setan yang lebih jauh lagi...

Maka sebetulnya...
Pernikahan harmonis Anda adalah bekal bagi anak anda...
Pernikahan harmonis Anda adalah kunci bagi pola parenting Anda...
Pernikahan harmonis Anda adalah warisan yang sangat berharga bagi masa depan anak Anda...

Mari ciptakan dan berikan warisan terindah itu untuk anak-anak kita...

Sulit? Memang betul, itulah tandanya bahwa pernikahan harmonis Anda sesungguhnya sangat berharga. :)
Nah utk membangun pernikahan harmonis,  ada hal yg perlu anda perhatikan,  bahwa....
Smua org,  smua manusia miliki dua kbutuhan dasar,  yaitu kebutuhan fisik  sperti makan minum tidur krndaraan rumah,  etc.  Yg bs dipenuhi dgn uang.  Krn inilah salah satu alasanny kita bekerja dan cari nafkah kn?  :)
Tentu saja,  kbutuhan ini tak bs didelegasikan.  Sy gbs mjnta kpd anda 'bu,  sy pny anak istri utk hidup,  tlg penuhi kbutuhannya.  Carikan uang utk mereka y buu.  Pliiis'
Nah,  manusia tnyata tak hny pny kbutuhan fisik, nmun jg kbutuhan emosi dan spiritual
Sperti,  kbutuhan dicintai,  kbutuhan berbicara dan didengarkan,  kbutuhan diakui,  kbutuhan diapresiasi,  kbutuhan dituntun,  etc
Bgaimana jika tidak terpenuhi?  Mnurut anda,  org yg gila dan org yg bunuh diri,  sblm menjadi gila dan sblm bunuh diri,  mrk adlh org yg byk bicara atau byk diam?
Krn itu,  kbutuhan emosional ini adlh kbutuhan dasar manusia,  yg perlu dipenuhi oleh pasanganny sndiri
G mungkin kbutuhan ini didelegasikan kan?  G mungkin sy bilang k suami anda

'pak,  tlg bahagiakan anak istri saya!'.

Jelas sy yg gila kalau sy mendelegasikan kbutuhan ini
Namun sayang
Byk pernikahan yg hny skdar prnuhi kbutuhan fisik saja.  Rumah mewah,  makan malam semeja,  tp msg2 sibuk sm gadgetny sndiri2
Rumah mewah,  ruang kluarga dilengkapi televisi dan multimedia termutakhir,  nmun tak terjalin kedekatan emosi krn jarang diskusi dan curhat antar sesama anggota keluarga.  Shingga,  ruang keluarga telah tersulap menjadi ruang multimedia
Dgn kata lain,  byk suami,  istri,  anak.  They both live on the same house,  but they are homeless
Krbutuhan fisiknya (house)  terpenuhi,  bhkn tak jrg berlebihan,  namun kbutuhan emosinya (home)  tak terpenuhi
Pdhl,  jika istri tak bs jd home bagi suaminy,  sangat mungkin home bagi suami adlh pos ronda,  kantorny,  game online d gadgetny,  atau bhkan yg terburuk,  wanita idaman lain di luar sana...
Jika ortu tak bs jd home bagi anakny,  sangat mungkin home bagi anak adlh pembantu,  teman2 geng di sekolah yg mengenali porno,  seks bebas,  rokok,  narkoba.  Naudzubillah...
Dan dr kecil,  dr tk smpai kuliah,  kita sudah mengorbankan waktu,  uang,  tenaga,  dan pikiran utk memenuhi kompetensi karier,  kompetensi memenuhi house
Nmun bagaimana dgn kbutuhan home?  Sudahkah kita mengetahuiny scara detil dan pny kompetensi itu?
Pdhl,  jika kita menjadi home bagi pasangan dan anak kita,  sesungguhnya kita sedang melindungi mrk dr kenakalan2 yg mungkin utk mrk lakukan
Dgn kata lain,  membangun home berarti kita swdang menjalankan pesan Ilahi,  utk melindungo keluarga dari api neraka.  Wallahualam✅

📌📌📝 Tanya Jawab📝📌📌

❓ 1⃣Bagaimana menciptakan keharmonisan keluarga jika kepala keluarga kerjanya dengan roster (maksudnya berada di lokasi 1 bulan dan cuti 1 bulan) karena suami kerja di tambang migas.. sehingga jarang ketemu istri dan anak anak

1⃣  Prinsip dasar menciptakan keharmonisan keluarga adalah membangun suasana persahabatan yg sangat2 karib
Bagaimana membangun suasana persahabatan ini?  Tentu dgn komunikasi yg intens,  becanda bareng,  tertawa bareng,  bermain brrsama,  curhat,  etc...
Layakny dahulu kita pny sahabat karib,  sahabat sehidup semati gt bu wkt sekolah dl
Nah,  prinsip membangun keharmonisan itu disini.  Dgn kata lain,  modal membangun home adalah kebersamaan
Dan yg namany membangun kebersamaan pernikahan dan keluarga,  kualitas komunikasi face to face tatap muka adlh kualitas TERTINGGI dan TAK BISA digantikan dgn telpon,  sms,  video call,  chatting,  dan lain2
Namun,  bukan berarti sy bilang bhwa telpon sms dll itu sm skali tak ada pengaruh.  Bkn begitu.  Pengaruhny memang ada,  nmun takkan bs gantikan pertemuan fisik
Krn itu,  solusi jangka pendek adlh dgn memanfaatkn teknologi,  jalin komunikasi yg baik SETIAP HARInya...  Usahakan
Solusi jangka panjang,  anda perlu kembali merumuskan kembali tujuan anda berdua menikah itu untuk apa.  Tujuan bekerja untuk apa.  House memang krwajiban,  nmun home pun kewajiban.  Bukankah kewajiban shaum d bln ramadhan tak menghapus  kewajiban kita utk sholat fardhu?
Utk solusi jangka panjang,  sy bs bntu ibu di program famiky coaching sy atau program2 pelatihan sy y bu :) ✅

2⃣ Bunda linda
Aslm. Bagaimana caranya membangun keharmonisan kluarga jika ortu(ayah ibu) pulang kerja malem?idealnya istri bs menjadi home suami n anak2nya?

2⃣ Wslm.  Kondisiny mirip dgn yg di atas y.  Ini kondisi ttg keseimbang karier keluarga.  Jangka pendek bs dgn pemanfaatan teknologi komunikasi.  Jangka panjang,  Anda perlu membicarakan kembali apa tujuan menikah,  apa tujuan pny anak,  apa tujuan bekerja.  Krn suami istri sejatiny adlh dua org yg bekerja sama satu sama lain utk menjalani khidupan.  Ibarat pernikahan yg mengarungi gelombang kehidupan,  perlu ada arah pulau yg dituju,  serta prmbagian peran siapa nakhoda,  siapa navigator.  Pernikahan tanpa arah dan tanpa pembagian peran seringkali sebabkan kelelahan tak berujung dan penyesalan akan peran2 yg saat ini dijalani
Pd prinsipny,  sering2lah menjalin heart to heart communication :)

Dsni sy g bicara ttg resign,  atau apapun y.  Byk kasus karier-kluarga yg sy tangani,  tak perlu resign jg terbentuk kok keharmonisan.  Resign atau bkn,  itu adalah pilihan msg2 keluarga.  Skali lg,  sy bkn tekankan resign,  tp jalani keduanya dgn seimvang  ✅

❓3⃣  Bunda Adinda

kang canun kalau romantis menurut laki2 itu gmna ya? Kalau buat saya sebenarnya dikasih bunga dari pinggir jalan aja udah klepek2. Nyampe skrg saya blum
berhasil membuat kejutan buat suami.

3⃣ Bu dinda.  Romantis buat suami itu carany beda2 bu.  Krn ini suami anda,  maka sy cm bs jawab,  sy tidak tahu krn sy g kenal suami anda :)

That's your homework after all :)

Tp kalau mau digeneralisasikan, area otak pria ttg seka 2.5x lipat lebih luas dan lebih byk ketimbang wanita.  Byk suprise tuh yg bs dilakukan.  Misal pake lingerie yg gmn gt.  Suprisenya pake itu bs,  hhehe
Koreksi: ttg seks ✅

❓ 4⃣  Bunda Dessy
ada 3 pertanyaan
1. Bagaimanakah suami "mengajari" istri supaya jd pasangan yg romantis?
Dan sebaliknya, bgm istri "mengajari" suaminya utk romantis juga?
2. Romantis tuh apa sih, kang?
3. Jika romantis adl sodara kandung memuji, bgm jika (sepertinya) emang ga da yg bisa di pujikan...atas suami/ istri?

4⃣ 1. & 2. Ibu2, sy mau tny pd ibu2 smua.  Siapa yg mau tau cara mendapatkan pasangan yg mengerti 100% diri kita?  Kbtulan,  sy pny formulanya :)
Jd gini ibu2, cara mendapatkan pasangan yg mengerti 100% diri anda adalah..........

Menikah dengan DIRI SENDIRI...

Hhahaha,  hal ini slalu sy tanyakan k sluruh peserta sminar sy,  dan jawabanny slalu mau

Pdhl,  ibu2. Mungkin g sih?
Anda sm suami isi kepala sama ato beda?
Pola pikir sama ato beda?
Kebiasaan sama ato beda?

Bhkn,  stelah anda menikah slama 50 tahun skalipun,  isi kepala anda jd nyatu atau tetap beda??
Bayangkan!

2 org yg berbeda satu sama lain,  bertemu dlm wadah bernama pernikahan,  potensi konflikny tinggo atau tinggi sekali?
Dgn kt lain,  harmonis bukanlah kondisi tiada konflik sama sekali.  Namu  harmonus adlh mereka yg mampu menangani perbedaan yg ada dengan cara DEWASA
Mrk yg bs me-manage ketidakcocokan yg ada,  itulah harmonis versi saya...
Maka ibu2, wajar g jika suami tidak mengerti apa mau kita?
Wajarkah jika kita menuntut suami untuk mengerti diri kita tanpa kita berbicara sepatah kata pun?
Maka sejatinya,  suami istri yg berbeda satu sama lain ini,  setiap harinya PERLU untuk mengenal pasangannya sendiri...
Tak ada sesuatu yg tiba2, smuanya ada prosesnya.  Jika ada suami/istri yg merasa bhwa pasangannya berubah secara tiba2, itu sbuah pertanda bahwa dirinya selama ini tidak ada proses untuk mengenali pasangan itu...
Smoga bs menjawab 4.1 dan 4.2 ya :)

3. Otak pria dan otak
wanita itu beda.
Istirahat versi pria dan wanita itu beda.
Istirahat versi pria itu klo abis pulang kantor nyampe rumah lgsg tidur

Sedang istirahat versi wanita itu,  dia perlu curhat dl

'iih papah tau gak sih itu anak kita lagi rewel2nya cobaa.  Masa dia maen2in bedak mama lah samoe kamar kotooor'

Krn kbutuhan bicara wanita 2x lipat lbih byk drpd pria.  Abis curhat,  hati plong  baru deh bobo...

Buat pria,  dgrin curhat saat lg capek itu sama aja kyk dilempari sampah.  Sedang bagi wanita,  pria yg lgsg tidur itu sama aja bagaikan dicuekin...
Pria kalau bermasalah,  pgnny menyendiri.  Wanita kalau bermasalah pgnny curhat.

Sedang pria kalau diberi masalah,  fokusny adalah memberi solusi sbagai tanda cinta.  Sedang wanita yg abis curhat,  dikasih solusi bagaikan tidak didengar.  Betul?
Jd jgn sampai kita menganggap,  tiadanya pujian it means tidak romantis lg.  Bahasa cinta msg2 org berbeda2. Anda boleh search d google '5 love language' utk mempelajarinya ✅

❓5⃣ Bunda Ayu
Assalamu'alaikum bgmn cara kt sebagai istri menghadapi suami yg kurang sabar dlm menghadapi anak dn cendrung tempramen ringan tangan kepada anak misal anak salah sedikit di cubit atw di pukul walau hanya sekedar menggertak dn pelan. Dn apa solusinya menghadapi anak yg caper jika ada orang asing di rumah tamu misalnya?

5⃣ Anak yg caper dpn tamu itu sedang bereksperimen dlm ekspresikan keinginannya.  Maka biarkan dirinya berekspresi selama tidak membahayakn diriny,  dan tak ganggu org lain.  Tindak tegas (bkn keras y) dgn penyampaian lembut jika mulai mengganggu org lain. 
Suami yg krg sabar,  suami yg tempramen biasany terbentuk krn byk emosi yg terpendam dlm dirinya. kbutuhan homenya blm terpenuhi dgn baik oleh pasanganny.  Krn itu,  penuhi kbutuhan home suami Anda y 😊  ✅

📌📌📋  Kesimpulan 📋📌📌

Begitu banyak istri yang baik-baik…
Namun menceramahi atau mencereweti suami saat lelah pulang kerja…
Maksudnya sih baik, untuk menjadikan suami sebagai tempat curhat…
Menjadikan suami sebagai tempat terpercaya ia mengeluarkan isi hati…
Namun, ia tak tahu bahwa ‘istirahatnya’ suami adalah ‘ditinggalkan sendirian’ dulu sejenak…
Akibatnya, timbul keretakan dalam pernikahan…
Jika terjadi berhari-hari selama bertahun-tahun?
Hmmm...
Menjadi istri yang baik saja TIDAK CUKUP

Begitu banyak suami yang baik-baik…
Ketika istrinya marah akibat kesalahannya, lalu berteriak ‘JAHAT! Tinggalin aku sendiri!!!’, maka sang suami betul-betul meninggalkannya…
Maksudnya sih baik, untuk memberikan istri waktu luang agar bisa menenangkan diri…
Namun ia tak tahu bahwa sebetulnya itu adalah isyarat dari istri, ‘apakah suamiku akan memperjuangkanku lebih lagi?’…
bahwaa ketika istri bermasalah, cara mendamaikannya adalah merayunya terus menerus, bukan meninggalkannya…
Akibatnya, timbul keretakan dalam pernikahan…
Jika terjadi berhari-hari selama bertahun-tahun?
Hmmm….
Menjadi suami yang baik saja TIDAK CUKUP

Begitu banyak suami yang baik-baik…
Pergi pagi pulang petang mencari nafkah…
demi anak istri tercinta….
Karier melesat gaji meningkat, menghabiskan waktu berjam-jam di luar….
Merasa sudah berjuang demi keluarga…
Merasa sudah melakukan yang terbaik demi keluarga…
Merasa sudah memenuhi SEGALA kebutuhan anak istri…
Padahal tanpa sadar, ia lupa bahwa anak istrinya adalah manusia…
yang tak hanya memiliki kebutuhan materi, namun juga kebutuhan EMOSI…
Karena tidak tahu, karena tidak sadar, menyusuplah seseorang ‘dari luar sana’…
yang menawarkan bahwa pemenuhan kebutuhan emosi anak istrinya bisa dipenuhi olehnya….
Jika orang ini adalah lawan jenis, apa yang terjadi?
Hmm…
Menjadi suami yang baik saja TIDAK CUKUP

Begitu banyak istri yang baik-baik…
Ketika ada masalah, justru ditekan…
Ketika ada rasa tidak nyaman, justru dipendam…
Maksudnya sih baik, agar suami tidak terganggu…
Namun, ia tidak tahu…
Bahwa emosi layaknya per, jika ditekan terus menerus, lama-lama…..?
Itulah yang sering terjadi pada orang yang ‘diam’, orang yang ‘kalem’…
yang akan ada masa dimana ia akan ‘meledak’
Jika istri yang baik ini selalu ada gejala ‘meledak’ tiap 3 bulan, apa yang terjadi?
Hmmm…
menjadi istri yang baik saja TIDAK CUKUP

Banyak suami baik, banyak istri baik…
sekilas terlihat dari luar, baik-baik saja hubungannya…
Namun beritanya sering mengagetkan, 
kok tiba-tiba cerai?
kok tiba-tiba pisah rumah?
yang bisa kita lihat hanya yang ‘tiba-tiba’…
tapi kita tak tahu, apakah pernikahannya ‘terlihat harmonis’ atau ‘BETUL-BETUL HARMONIS’

untuk menjemput pernikahan harmonis, ternyata menjadi baik saja TIDAK CUKUP
‘Ah kalau gitu mending jadi orang jahat saja’. Bukan! Bukan itu…
Menjadi orang baik, adalah modal dasar yang sangat dibutuhkan untuk menjemput pernikahan harmonis…
Namun TIDAK CUKUP…
Menjemput pernikahan harmonis perlu dilengkapi dengan ILMU…

Menjadi orang baik tanpa ilmu, hanya akan membuat lelah ‘menjadi orang baik’ karena tidak tahu caranya…
Tidak tahu bagaimana mengelola emosi dan mengeskpresikannya pada waktu dan tempat yang tepat…
Tidak tahu bagaimana cara menyampaikan ‘nasihat’ tanpa penolakan dari pasangan…
Tidak tahu bagaimana cara meng-install akhlak kepada anak istri…
Tidak tahu bagaimana bentuk bahasa cintanya…
Semuanya hanya akan membuat sang orang baik menjadi LELAH untuk menjadi baik..

Maka, menjemput pernikahan harmonis, cukupkah hanya menjadi orang baik saja?
Ternyata TIDAK CUKUP. Perlu anda lengkapi dengan perbekalan ILMU & SKILL pernikahan yang memadai

Selamat menjemput keharmonisan keluarga anda 😊

Jumat, 01 Mei 2015

جنّحا

Hikmah hari ini

PERUMAHAN EKSKLUSIV

"FIRDAUS REGENCY"

HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI, BERKAH TAK TERBAYA NGKAN.

Tersedia 4 TYPE :
1. Jannatun Na'i'm
2. Jannatul Ma'wa
3. Jannatul Firdaus
4. Jannatun 'Adn
(Semua Type Ready Stock)

FASILITAS :
-Sungai susu Salsabila
-Danau indah Kautsar
-Pasif income bg smua penghuni
-View Tak Terbatas
-Akses Masuk 8 Pintu
-Taman Main Anak2 Sholeh/Shalihah termegah
-Taman Jutaan Hektar dg buah Segar, Ranum, Nikmat & Siap Santap dll.
-Bonus Bidadari2 Cantik sbg istri/ pembantu
-Hak milik selama2nya (Abadi)

SYARAT Pemesanan :
1. Taubat & Kembali kpd Jln-Nya.
2. Berpegang Teguh Agama-Nya (Beriman)
3. Melaksanakan Syari'at-Nya
4. Rejeki yang Halal

DP :
- 2,5% Sisihkan Harta utk Zakat, &
- 100% rajin berShodaqoh & Infaq.
- 100% Gunakan Wkt utk mmbaca & menghafal quran, Menuntut Ilmu, BerAmal sholeh/ kerja/ bisnis, Silaturahim, Mendoakan ke-2 Ortu, Berdakwah & Jauuuh dr maksiat

Wkt sangat Terbatas !
Stock Hunian Tak Terbatas !
Dijamin Bebas Roaming ! Saluran komunikasi well bgt!

Alamat KONTAK :
Maqom Tahajjud setiap hr jam kerja 00.15 sd 03.30

Alamat CABANG :
Masjid2, Ponpes Tahfid al Quran, Rumah Tahfidz, Majlis 'ilmu, Majlis Dzikir

Mau?
Mau TINGGAL Tinggal di hunian yg oke bgt?

Ayo sgera DP Skrg juga, tidak perlu menunggu tua, atau kaya, atau menjabat, atau pinter !!!

Mau Mau Mau...
Ya ALLAH kami memohon, masukkanlah keluarga besar kami dan sahabatku semua ke dlm surga-MU. Aamiin...

Selasa, 28 April 2015

HiMmaH.

GAMBARAN SEBUAH HIMMAH

❄❄❄❄☔☔❄❄❄❄

Aku ingin menerbangkan setinggi mungkin.."✈

⛵Gumam seorang anak umuran SD sambil menenteng layang-layang lengkap dengan tali benangnya.

Dia pun mencoba menaikan layang-layang itu sendiri..

🌷Tapi sayang.. Berulang-ulang dia terbangkan, layang-layang itu belum mau juga terbang.

Tidak putus asa. Dia pun meminta bantuan temannya.

Wahai temanku, tolong pegang layang-layangku.. Bawa jauh ke depan sana.. Aku akan tarik dari sini.."ߓ⠔teriaknya kepada temannya.

✌Temannya pun membantu memegang layang-layangnya.

Dibawanya layang-layang tersebut jauh ke depan.

Ya, lepaskan!" Teriaknya pada temannya.

Tali benangpun ditarik cepat, bersamaan dengan dilepasnya pegangan.

⚡Ah.. Ternyata layang-layang masih belum bisa mantap terbang. Dia malah menukik ke bawah sesaat setelah naik.ߌ
Terus, berulang-ulang keadaan layang-layangnya.

✊Sang anak pemilik layang-layang pun memeriksa layang-layangnya.
Mungkin ada yang tidak beres dari tali kama-nya, atau ada sesuatu yang perlu dibenahi.

Dia pun memeriksa dan membenahi apa yang kurang dari layang-layangnya.

Setelah semua sesuai standar, dia pun memutar otak, apalagi usaha yang harus dilakukan agar layang-layangnya bisa terbang di langit. Ketika melihat sekitar, dia pun mendapat ide.

Dia naik ke atas dataran tinggi.

Dia pun kembali menyuruh temannya untuk memegang layang-layangnya dan membawa jauh ke depan agar bisa ditarik ke atas.

"Ya, lepaskan.."

Tarikan yang berpadu dengan ketepatan lepasan, menjadikan layang-layang naik melesat ke atas.ߚ

Posisi atas sang penarik benang pun disambut dengan angin, membawa layang-layang terbang membumbung tinggi✈.

✈✈Terus naik dan naik. Bertengger mantap di atas langit.ߗ
🌸Segurat senyum merekah di wajah sang anak pemilik layang-layang.

Kelelahan usaha tak terasa, telah terbayar purna dengan keberhasilan mewujudkan tekad...

Menerbangkan layang-layang.

✋Ikhwatii fillah,
Itulah gambaran sebuah himmah. Tekad seorang anak dalam menerbangkan layang-layangnya.

Dikisahkan, sebab penulisan kitab Shahih Bukhari adalah ketika Imam Bukhari mendengar Ishaq bin Rahawih di suatu majelisnya mengatakan:

Duhai seandainya ada salah seorang dari kalian ada yang mampu mengumpulkan dalam satu kitab, hadits-hadits shahih dari Rasulullah"

Ketika mendengar itu melejitlah himmah Imam Bukhari untuk mewujudkan keinginan shahabatnya tersebut.

⌛⏳Waktu berlalu, dan dengan pertolongan Allah kemudian dengan himmah Imam Bukhari, jadilah sebuah kitab yang monumental Shahih Bukhari yang kita kenal.

Demikian juga Imam adz Dzahabi, beliau menuturkan sendiri awal mula beliau tertarik belajar ilmu hadits.

✏Beliau menuturkan,
"Ketika Imam al Barzali melihat tulisanku, beliau berkata: Sesungguhnya tulisanmu seperti tulisan ahlul hadits."

Ketika mendengar ucapan tersebut, maka timbullah himmah Imam adz Dzahabi untuk menjadi ahlul hadits.

Beliau menuturkan: "Maka setelah itu, Allah membuat aku cinta kepada ilmu hadits."

⏰Dan berjalanlah waktu hingga beliau menjadi Imam Ahlul Hadits di zamannya.

☝Ikhwatii fillah,
Demikianlah himmah.

📚Jika di antara kita telah ada sebesit himmah, baik himmah ingin punya hafalan Al Qur'an, ingin punya hafalan hadits, ingin bisa berbahasa arab, ingin bisa baca kitab ulama, ingin.. Ingin.. Dan ingin.. Maka jadilah orang yang berhimmah tinggi dan kokoh.

🔐Terus usaha dan doa adalah kunci kesuksesan.

🌷Disamping engkau terus maju pantang mundur, engkau juga harus terus berdoa dan minta pertolongan kepada Allah.

☝Yaa Allah, kami memohon kekuatan dan pertolongan dari-Mu dalam mewujudkan himmah belajar dan ibadah kami..

🌷Wallahu alam.
Semoga bermanfaat.

📜Atsar Imam Bukhari bisa dilihat di kitab Hadyus Saari. Atsar Imam adz Dzahabi bisa dilihat di Siyar Alamun Nubala.

Jumat, 24 April 2015

YatimkaH akU???

UNTUK BUNDAKU

Bunda, tutuplah dulu facebook-mu
Ini aku Si Umur Satu
Pintar mengoceh dan ingin main denganmu
Bacakan aku buku, atau menyanyilah untukku

Bertahun-tahun lagi, Bunda,
Blogmu masih akan tetap ada di sana
Tapi tak selamanya aku berumur dua
Aku akan masuk sekolah, segera

Bu, bagaimana kabar dunia maya hari ini?
Kulihat di hadapan facebook kau tersenyum sendiri
Padahal aku ingin berbagi
Cerita tentang murid baru di PAUD/nursery kami

Umurku empat, dan kau kata aku nakal
Membuatmu tak bisa nulis status dan komen di media sosial
Kalau aku tak nakal, Ibu,
Kau tak akan mengangkat wajahmu dari screen itu

Lihat, Bunda, aku sudah besar sekarang
Berangkat ke sekolah pagi, pulang sudah petang
Frekuensi pertemuan kita semakin jarang
Apa kau merindukanku, saat menyantap makan siang?
Aku tak langsung pulang, Bunda,
Ada tambahan ekstrakurikuler sepakbola
Besok sains, matematika, fisika, atau kimia
Lusa bahasa Arab, Perancis, Jerman, atau bahasa asing lainnya

Apa Bunda, kau ingin mendengar ceritaku?
Maafkan karena aku mengecewakanmu
Aku sudah ditunggu PR-PR-ku
Letih ini inginku segera ke peraduanku

Bunda, weekend ini aku menginap di rumah temanku
Bunda bisa memiliki lebih banyak waktu
Mengurus twitter, facebook, path, instagram, line dan wa
Atau media sosial entah apa lagi namanya

Liburan bulan depan ada schooltrip ke luar negeri, Bunda
aku tak akan hadir dalam makan malam keluarga
Sampaikan salamku kepada adik, kakak, dan semua saudara
Nanti kukirim kabar dari jejaring sosial, Bunda mau yang mana?

Delapanbelas umurku kini
Aku pergi dan pasti akan jarang kembali
Bunda bisa mengerjakan semua hobi
Sepanjang waktu, setiap hari, tak akan aku menghalangi
Bu, aku hanya meminta 6.570 hari saja
Ya, 157.680 jam lebih tepatnya
Hanya sebanyak itu waktu yang kaupunya

Sebelum aku dikategorikan sebagai dewasa
Delapan belas tahun itu 9.460.800 menit saja, Ibu
Dikurangi tidur, aku sekolah, dan menit-menit yang berlalu
Saat kau menduakanku dengan facebookmu
Sesungguhnya, tak akan lama aku di gendongan dan gandengan tanganmu

Bunda.

Rabu, 22 April 2015

WaHai isTri...

menggambarkan tentang suami :

Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah SUAMIKU dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku:
Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping peRempUan yang asing baginya.

Dia tinggalkan rumah orang tuanya. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada pereMpuaN yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar.

Dia memBahagiakan pereMpuaN itu sesuai dengan yang diridhai Allah. Semua itu berdasarkan perintah agama,
subhanallah...... Dari sini muncul pertanyaan di dalam diriku?!

Kenapa sampai gampang bagi sebagian peRemPuan untuk meNguMbar aib suAminYa, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya, kemudian datang kepadanya.

Kenapa ringan bagi sebagian pEremPuan untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya?!

Kenapa ringan bagi sebagian pereMpuaN menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama sUami dan anak-anaknya?!

Kenapa ringan bagi sebagian pereMpuaN menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi sUaminYa, tidak ia ajak keluar dan juga tidak ia temani.

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian PeremPuan membiarkan sUaminYa teraBaikan, sementara di dalam hatinya ada kegetiran perasaan,dioTaknya punYa seriBu fikiran membahagiaKan istri aNaknya, di matanya ada air mata tertahan uNtuk kehaRuan senYum anAk istrinya?!

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian pEremPuan pergi berjalan sementara suAminya dan aAnakNya ia tinggalkan tanpa peduli dengan nasib mereka selama ia pergi.

Kenapa bisa ringan bagi sebagian peRempUan berlepas diri dari tanggungjawab yang akan ia pertanggungjawabkan di akhirat nanti sebagaimana yang di sampaikan oleh Rasulullah?! Rasulullah bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya..." — bersama An Nisa Nurul Khasanah dan 5 lainnya.

UntuKmu sUamikU.
Mrs. IsQ

Selasa, 21 April 2015

MaNa saHabatMu???

MANISNYA IKATAN IMAN

Manisnya ikatan Iman dan Islam Imam syafi'i berkata :
"Jika engkau punya teman - yg selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah-maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman-baik itu susah, tetapi melepaskanny sangat mudah sekali".

-Sahabatku luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini....

Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mrk tidak menemukan Sahabat2 mrk yg selalu bersama mrk dahulu di dunia.

Mrk bertanya tentang Sahabat mrk kepada ALLOH SWT :

"Yaa Rabb... Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.

"Maka ALLOH SWT berfirman: "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah". (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

- Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu, krn mrk memiliki Syafa'at pd hari kiamat".

- Ibnul Jauzi pernah berpesan kpd Sahabat2nya sambil menangis :
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada ALLOH SWT tentang aku : "Wahai Rabb Kami...

Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami ttg ENGKAU..

Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu".

- Pesan:
Sahabat2ku fillah, Mudah-mudahan dgn ini, aku telah Mengingatkanmu ttg ALLOH SWT, Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..

Wahai sahabatku..
Jika kalian tidak menemukan diriku di Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku dan bertanya pada Allah ttg diriku,dan smoga Allah ridha menyelamatkan diriku dan keluargaku dari siksa api neraka.

Yaa Rabb...
Aku Memohon kepada-Mu..
Karuniakanlah kepadaku Sahabat2 yg selalu mengajakku utk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu.. , Aamiin.

Rabu, 15 April 2015

InnaLiLLah

Di copas dari Dr. Agus Setiawan:

Assalaamu'alaik um warohmatullohi wabarokaatuh 

Mungkin banyak yang sudah melupakan buku Ghirah dan Tantangan Terhadap Islam karya Buya Hamka. Buku itu memang tipis saja, nampak tidak sebanding dengan koleksi masif seperti Tafsir Al Azhar, namun tipisnya buku tidak identik dengan kurangnya isi, apalagi pendeknya visi. Sesuai judulnya, buku tersebut membahas masalah-masalah seputar ghirah dengan bercermin pada kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Meskipun buku ini diterbitkan pada awal tahun 1980-an, pada kenyataannya masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil untuk dipraktekkan dalam kehidupan di masa kini. 

Buya Hamka memulai uraiannya dengan sebuah kasus yang dijumpainya di Medan pada tahun 1938. Seorang pemuda ditangkap karena membunuh seorang pemuda lain yang telah berbuat tidak senonoh dengan saudara perempuannya. Sang pemuda pembunuh itu pun dihukum 15 tahun penjara. Akan tetapi, tidak sebagaimana narapidana pada umumnya, sang pemuda menerima hukuman dengan kepala tegak, bahkan penuh kebanggaan. Menurutnya, 15 tahun di penjara karena membela kehormatan keluarga jauh lebih mulia daripada hidup bebas 15 tahun dalam keadaan membiarakan saudara perempuannya berbuat hina dengan orang. 

Dalam sejarah peradaban Indonesia, suku-suku lain pun memiliki semangat yang tidak kalah tingginya dalam menebus kehormatan. Menurut Hamka, bangsa-bangsa Barat sudah lama mengetahui sifat ini. Mereka telah berkali-kali dikejutkan dengan ringannya tangan orang Bugis untuk membunuh orang kalau kehormatannya disinggung. Demikian pula orang Madura, jika dipenjara karena membela kehormatan diri, setelah bebas dari penjara ia akan disambut oleh keluarganya, dibelikan pakaian baru dan sebagainya. Orang Melayu pun dikenal gagah perkasa kalau sampai harga dirinya disinggung. Bila malu telah ditebus, biasanya mereka akan menyerahkan diri pada polisi dan menerima hukuman yang dijatuhkan dengan baik. 

Di masa lalu, anak-anak perempuan di ranah Minang betul-betul dijaga. Para pemuda biasa tidur di surau untuk menjaga kampung, salah satunya untuk menjaga agar anak-anak gadis tidak terjerumus dalam perbuatan atau pergaulan yang menodai kehormatan kampung. Pergaulan antara lelaki dan perempuan dibolehkan, namun ada batas-batas tegas yang jangan sampai dilanggar. Kalau ada minat, boleh disampaikan langsung kepada orang tua. 

Di jaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. dulu pernah ada juga kejadian dahsyat yang berawal dari suatu peristiwa (yang mungkin dianggap) kecil saja. Seorang perempuan datang membawa perhiasannya ke seorang tukang sepuh Yahudi dari kalangan Bani Qainuqa’. Selagi tukang sepuh itu bekerja, ia duduk menunggu. Datanglah sekelompok orang Yahudi meminta perempuan itu membuka penutup mukanya, namun ia menolak. Tanpa sepengetahuanny a, si tukang sepuh diam-diam menyangkutkan pakaiannya, sehingga auratnya terbuka ketika ia berdiri. Jeritan sang Muslimah, yang dilatari oleh suara tawa orang-orang Yahudi tadi, terdengar oleh seorang pemuda Muslim. Sang pemuda dengan sigap membunuh si tukang sepuh, kemudian ia pun dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Perbuatan yang mungkin pada awalnya dianggap sebagai candaan saja, dianggap sebagai sebuah insiden serius oleh kaum Muslimin. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. pun langsung memerintahkan pengepungan kepada Bani Qainuqa’ sampai mereka menyerah dan semuanya diusir dari kota Madinah. 

Itulah ghirah, yang diterjemahkan oleh Buya Hamka sebagai “kecemburuan”. 

Penjajahan kolonial di Indonesia membawa masuk pengaruh Barat dalam pergaulan muda-mudi bangsa Indonesia. Pergaulan lelaki dan perempuan menjadi semakin bebas, sejalan dengan masifnya serbuan film-film Barat. Batas aurat semakin berkurang, sedangkan kaum perempuan bebas bekerja di kantor-kantor. Demi karir, mereka rela diwajibkan berpakaian minim, sedangkan keluarganya pun merasa terhormat jika mereka punya karir, tidak peduli bagaimana caranya. Tidak ada lagi kecemburuan. 

Tidak ada yang boleh marah melihat anak perempuannya digandeng pemuda yang entah dari mana datangnya. Suami harus lapang dada kalau istrinya pergi bekerja dengan standar berpakaian yang jauh dari syariat, karena itulah yang disebut “tuntutan pekerjaan”. 

Sesungguhnya ghirah itu merupakan bagian dari ajaran agama. Pemuda Muslim yang membela saudarinya dari gangguan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ menjawab jerit tangisnya karena adanya ikatan aqidah yang begitu kuat. Menghina seorang Muslimah sama dengan merendahkan umat Islam secara keseluruhan. 

Ghirah adalah konsekuensi iman itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya dihina, bahkan agamanya itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri. Bangsa-bangsa penjajah pun telah mengerti tabiat umat Islam yang semacam ini. Perlahan-lahan, dikulitinyalah ghirah umat. Jika rasa cemburunya sudah lenyap, sirnalah perlawanannya. 

Buya Hamka mengkritik keras umat Muslim yang memuji-muji Mahatma Gandhi tanpa pengetahuan yang memadai. Gandhi memang dikenal luas sebagai tokoh perdamaian yang menganjurkan sikap saling menghormati di antara umat beragama, bahkan ia pernah mengatakan bahwa semua agama dihormati sebagaimana agamanya sendiri. Pada kenyataannya, Gandhi berkali-kali membujuk orang-orang dekatnya yang telah beralih kepada agama Islam agar kembali memeluk agama Hindu. Kalau tidak dituruti keinginannya, Gandhi rela mogok makan. Itulah sikap sejatinya, yang begitu cemburu pada Islam, sehingga tidak menginginkan Islam bangkit, apalagi memperoleh kemerdekaan dengan berdirinya negara Pakistan. 

Dua dasawarsa lebih berlalu dari wafatnya Hamka, nyatalah bahwa hilangnya ghirah adalah salah satu masalah terbesar yang menggerogoti umat Islam di Indonesia. Sekarang, orang tua pun rela menyokong habis-habisan anak perempuannya untuk menjadi mangsa dunia hiburan. Para ibu mendampingi putri-putrinya mendaftarkan diri di kontes-kontes model dan kecantikan, yang sebenarnya hanya nama samaran dari kontes mengobral aurat. 

Kalau kepada putri sendiri sudah lenyap kepeduliannya, kepada agamanya pun begitu. Makanan fast food dikejar karena prestise, tak peduli keuntungannya melayang ke Israel untuk dibelikan sebutir peluru yang akhirnya bersarang di kepala seorang bayi di Palestina. Kalau dulu seluruh kekuatan militer umat Islam dikerahkan untuk mengepung Bani Qainuqa’ hanya karena satu Muslimah dihina oleh tukang sepuh, maka kini jutaan perempuan Muslimah diperkosa, jutaan kepala bayi diremukkan dan jutaan pemuda dibunuh, namun tak ada satu angkatan bersenjata pun yang datang menolong. 

Luar biasa generasi anak-cucu Buya Hamka, karena mereka telah benar-benar mati rasa dengan agamanya sendiri. Ketika anak-anak muda dibombardir dengan pornografi, maka umatlah yang dipaksa diam dengan alasan kebebasan berekspresi. Tari-tarian erotis digelar sampai ke kampung-kampung yang penduduknya tak punya cukup nasi di dapurnya, hingga yang terpikir oleh mereka hanya jalan-jalan yang serba pintas. Ramai orang mengaku nabi, sementara para pemuka masyarakat justru menyuruh umat Islam untuk berlapang dada saja. Padahal yang mengaku-ngaku nabi ini ajarannya tidak jauh berbeda: syariat direndahkan, kewajiban-kewaj iban dihapuskan, para pengikut disuruh mengumpulkan uang tanpa peduli caranya, orang lain dikafirkan, bahkan para pengikutnya yang perempuan disuruh memberikan kehormatannya pada sang nabi palsu. Atas nama Hak Asasi Manusia, umat disuruh rela berbagi nama Islam dengan para pemuja syahwat. 

Atas nama toleransi, dulu umat Islam digugat karena penjelasan untuk Surah Al-Ikhlash dalam buku pelajaran agama Islam dianggap melecehkan doktrin trinitas. Kini, atas nama pluralisme, umat Islam dipaksa untuk mengakui bahwa semua agama itu sama-sama baik, sama-sama benar, dan semua bisa masuk surga melalui agamanya masing-masing. Maka pantaslah bagi kita untuk merenungkan kembali pesan Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar ketika menjelaskan makna dari ayat ke-9 dalam Surah Al-Mumtahanah: 

...orang yang mengaku dirinya seorang Islam tetapi dia berkata; “Bagi saya segala agama itu adalah sama saja, karena sama-sama baik tujuannya.” Orang yang berkata begini nyatalah bahwa tidak ada agama yang mengisi hatinya. Kalau dia mengatakan dirinya Islam, maka perkataannya itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Karena bagi orang Islam sejati, agama yang sebenarnya itu hanya Islam. 

"Kecemburuan adalah konsekuensi logis dari cinta. Tak ada cemburu, mustahil ada cinta." 

Dan apabila Ghirah telah tak ada lagi, ucapkanlah takbir empat kali ke dalam tubuh ummat Islam itu. Kocongkan kain kafannya lalu masukkan ke dalam keranda dan hantarkan ke kuburan. (Buya Hamka) 

Wassalaamu'alai kum warohmatullohi wabarokaatuh 

“Wahai yang bersemangat lemah, sesungguhnya jalan ini padanya Nuh menjadi tua, Yahya dibunuh, Zakariya digergaji, Ibrahim dilemparkan ke api yang membara, dan Muhammad disiksa, dan engkau menginginkan Islam yang mudah, yang mendatangi kedua kakimu?” ~ Ibnu Qayyim al-Jauziyah ~ 

Senin, 13 April 2015

RainBow moNtain

🌹Bismillaahirrahmaanirrahiim

🗻 Surat Al Fathir 27 - Gunung Berwarna Warni

Seperti halnya Surat Ar Rahman 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan yang tidak bercampur; ternyata fenomena gunung berwarna-warni yang difirmankan Allah dalam Surat Al Fahir 27, pun benar adanya.

Meskipun demikian,mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fenomena alam yang indah berupa gunung-gunung yang berwarna-warni di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, Cina.

Al-Qur'an telah menginformasikan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu.
Apakah Nabi Muhammad SAW pernah ke Cina?
Tidak pernah sama sekali.
Tiada lain tiada bukan, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah SWT semata,

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya.
Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang BERANEKA MACAM WARNANYA dan ada (pula) yang hitam pekat."
(QS. Fathir 27)

Gunung yang terletak di China ini tampak seperti hamparan pelangi karena itu orang menyebutnya 'rainbow mountain'.

Gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China.

Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.
Meskipun demikian, di sana tidak ditemui tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.

Fenomena alam yang menakjubkan ini merupakan contoh geomorfologi petrografi yang terbentuk karena kondisi lingkungan.

Menurut Telegraph, warna-warni perbukitan yang menakjubkan  tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak Periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.

Gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin kontras jika turun hujan pada hari sebelumnya.

Saat gunung ini pertama kali diketahui khalayak melalui foto yang beredar di dunia maya, banyak yang beranggapan kalau pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer. Tetapi sekarang Zhangye Danxia Park menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China.

Masyaa Allaah.
Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.

Sabtu, 11 April 2015

KeAjaiBan angka.3

💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak akan kembali :
          1. Waktu 🕐
          2. Kata-kata 😌
          3. Kesempatan 😊
💐 Ada 3 Hal yg dapat menghancurkan hidup seseorg :
          1. Kemarahan 😡
          2. Keangkuhan 😎
          3. Dendam 👹
💐 Ada 3 Hal yg tidak boleh hilang :
          1. Harapan 😊
          2. Keikhlasan 😇
          3. Kejujuran 😇
💐 Ada 3 Hal yg paling berharga :
         1. Kasih Sayang 👪
         2. Cinta 💘
         3. Kebaikan 😇
💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak pernah pasti :
          1. Kekayaan 💰
          2. Kejayaan 🎓 
          3. Mimpi 💤
💐 Ada 3 Hal yg membentuk watak seseorg :
          1. Komitmen 👌
          2. Ketulusan 🙏
          3. Kerja keras 💪
💐 Ada 3 Hal yg membuat kita sukses :
          1. Tekad ✊
          2. Kemauan 👆
          3. Fokus ☝
💐 Ada 3 Hal yg tidak pernah kita tahu :
         1. Rezeki 💎
         2. Umur 👶�
         3. Jodoh 💑
TAPI, ada 3 Hal dalam hidup yg PASTI dan TIDAK DAPAT DI ELAKKAN :
          1. Tua 👵
          2. Sakit 🏥
          3. Mati 👼.                                  

Yuk taHsin...

✏📚 Cara Ust. Yusuf Mansur ngafal Quran

📖1hr 1 ayat. atau 1 baris. ga usah sengaja2 dihafal. coba dibaca aja: 20x, 40x. tar jg hafal sendiri. co ba deh. ayat apa aja. +baca2 artinya.

📑kira2 dpt 5 baris, 1 kelompok (5 baris itu), baca lagi 20x sd 40x.

📄anggap aja bnr 1hr 1 baris. maka dibuat santai aja. hari ke-6 kan mestinya baris ke-6.... ini ga usah lanjut dulu baris ke 6. muroja'ah aja.

🎈hari ke 7 baru mulai baris ke 6 nya.

🎓hari ke-6, gunakan sbg muroja'ah baris ke 1 sd baris ke 5.

📝oh ya, u Al Qur'an pojok, 1 halaman ada 15 baris. jd kurang lbh, selesaikan santai aja 18hr u 1 halaman. sambil liat2 artinya.

💉bila per baris, 20 sd 40x baca. lalu per kelompok (5 baris), 20 sd 40x baca. maka sbnrnya qt dah baca 40 sd 80x per barisnya.

🙇baca banyak, denger banyak, bakal afal dg sendirinya. dan jauh dari stress. kdg stress itu timbul sbb mau lsg hafal, makanya lsg ngafal.

👊kalo perlu, jajal nih cara hebat. sederhana. ga pake cara macem2. cuma baca banyak. jajal dah. pilih halaman mana aja. kalo perlu yg sulit.

👀lalu 1 hlmn itu g usah dibagi2. baca aja 20x, 40x, 80x, bhkn sd 200x. bacanya sambil mata fokus ke posisi msg2 ayat/baris. jgn begeser.

⛅dan jgn brusaha ngafal, sehingga mata liat langit2 (atap), atau mninggalkan meliat mushaf/lembaran itu. jgn. pokoknya dibaca aja sambi liat.

📚jumlah banyaknya bacaan diliat2. sd 200x. nanti efeknya bkl top banget. selain bakal hafal dg sendirinya. jg bakal bnyk pahala&kebaikannya.

💰1 baris kira2 50 huruf. 1 halaman 15 baris. atau = 750 huruf. kalo dikali 10, maka akan dpt 7500 kebaikan. kalo dikali 700? 525rb kebaikan.

🎁krn 1 halaman itu qt baca 20, 40x, 80x, hingga 200x, maka kebaikan yg didapat berpotensi sd 105jt kebaikan.

👬👭blm lg kalo berposisi ngajak/ngajar 1 oraaaaaaaaannnggg aja. yg lain selain diri qt. maka? trjadi pelipatan kebaikan. buanyak bnr dah.

📝👭👭👭👭👭👭👭👭👭👭apalagi nih, misal, yg diajak, trs ngajak lagi. yg diajak, ngajak lagi. teruuuussss sd kedalaman&keluasan tak terhingga. wuaaaahhhh...
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Jumat, 10 April 2015

TerseSat di akhiRat.. InnaLiLLah

[ 📖 ] "Terjebak Macet di Akhirat" :::

Ustadz Abdullah Zaen, MA ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ 

Terjebak macet, siapa yang mau? Jenuh, gerah, bosan, pengap dan bising, itu sebagian alasannya. Terlebih bila berada di dalam sebuah kendaraan yang tidak layak pakai dan dalam waktu yang lama pula. Pendek kata, “macet” telah menjadi suatu momok yang menakutkan. 

Segala cara dilakukan, baik oleh pribadi maupun institusi, untuk menghindari atau mengurai kemacetan. Mencari jalur alternatif, menentukan waktu yang tepat untuk bepergian, memilih kendaraan yang nyaman dan full fasilitas guna membunuh kejenuhan bilamana harus terjebak kemacetan, dan sekian banyak usaha lainnya.

Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kemacetan itu bukan hanya terjadi di dunia? 

Ada kemacetan lain yang jauh lebih mengerikan, yakni di akhirat. Lalu apa pula yang sudah kita persiapkan agar tidak terjebak di dalam kemacetan tersebut?

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,

“لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ”

“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia manfaatkan, tentang ilmunya apa yang sudah diamalkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia nafkahkan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan”. 
(HR. Tirmidzy dari Abu Barzah al-Aslamy radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzy) .

Empat jenis pertanggungjawaban di atas inilah yang akan merintangi jalan seorang hamba di akhirat. Umur, ilmu, harta dan tubuh.

1. Umur yang Allah berikan kepada kita di dunia ini, lebih sering kita isi dengan sesuatu yang diridhai-Nya, atau justru sebaliknya?

2. Ilmu yang kita ketahui, seberapa persen yang sudah kita amalkan?

3. Harta yang kita punyai, didapatkan dengan cara seperti apa? Lalu digunakan untuk apa? Pertanyaan dobel inilah yang akan diajukan pada kita kelak, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas harta yang Allah rizkikan pada kita.

4. Tubuh yang kita miliki, lebih banyak kita pergunakan untuk apa? Untuk menjalankan ketaatan kepada Allah kah? Atau untuk berbuat maksiat kepada-Nya?

Ketika seluruh karunia di atas bisa kita pertanggungjawabkan dengan baik, saat itulah perjalanan kita berikutnya di alam akhirat akan lancar. Namun, bila justru yang terjadi adalah sebaliknya, maka bersiaplah untuk terjebak macet di akhirat! 

Kedua kaki ini akan terpancang kaku! 

Na’udzubillah min dzalik…

Berhasil atau tidaknya kita melewati rintangan ini, tergantung taufik dari Allah ta’ala. Juga sejauh mana persiapan kita di dunia ini untuk menghadapi hari yang maha dahsyat. 

Selamat bersiap-siap menghadapi hari itu!
صفي رزقي املي

Kamis, 09 April 2015

WoRteL vS maTa

Siapa saNGKA benTuk daLam worteL sama Bentuk biji mata?
Allah tidak MencipatKan sesuaTu tanPa Manfaat. Menurut pneLitian konsuMsi woRteL bisa MencerahKan PengLihatan. terNyata SecaRa pencipTaan meManG berfunGsi uNtuk kesehatan Mata. Di bukTikan BentuKnya yanG sama.
SubhanaLLah....

صفي رزقي املي

AdiK kakaK saMa saja.

Seputar sibling rivalry..

1. Orangtua seringkali tanpa sadar mengabaikan anak no.1 ketika anak no.2 lahir,dan menganggap si kk sbagai pengganggu.

2. Anak no.1 sering menganggap anak no.2 seBagai pengambil ortunya kaRna orangtua lupa menyiapkan si kk.

3. Ketika anak berkelahi,ortu seharusnya tiDak MenJadi hakim yaNg langsung memutuskan siapa yaNg salah,taPi sebAgai mediator.

4. Seharusnya anakaNak dilatih uNtuk menyelesaikan masalahnya sendiri ketika berkelahi. Bantu,bukan selesaikan.

5. Kk tidak harus mengalah hanya karena mrEka lebih tua,lebih besar. Adik jUga harus belajar bersabar uNtuk meminjam.

6. Ketika si kk beLum mau meminjamkan mainannya,orangtua tidaK boleh memaksakan si kk.

7. Seringkali karena lelah,emosi & terkejar waktu,ortu mencari jalan pintas dan menyelesaikan masalah secara cepat.

8. Ajak kk-adik berdialog,cari apa (bukan SIAPA) yang salah,dan cari jalan tengah yg damai.

9. Setelah diajarkan baGaimana menyelesaikan masalah,anak bisa diperbolehkan unTuk melakukannya sendiri.

10. TiDak banyak perbedaan antara proses penyelesaian masalah antara kk-adik yang sama maupun berbeda jenis kelaminnya.

11. Anak harus belajar membela dirinya,menyelesaikan masalahnya,karena mereka membutuhkan keterampilan itu nanti.

12. Konflik di masa kecil hrus diselesaikan denGan baik dan bijak kaRna bisa meNjadi bibit unTuk konflik dimasa dewasa. Sekarang berebut mainan,nanti berebut warisan.

13. Penanganan yaNg salah daRi pihak ortu tenTang #siblingrivalry antara kk-adik bisa menimbulkan kebencian antar keduanya.

14. Konsep kepemilikan harus diajarkan sejak sangat dini,kaRna anak harus belajar menghargai barang miliknya dan oRang lain.

15. Orangtua harus adil,dan adil bukan berarti memberikan segala sesuatu yg sama kpd keduanya,tp sesuai kebutuhan.

Senin, 06 April 2015

ALpuKat Vs RahiM

Tak Ada Penyakit YanG Tak DaPat disemBuhKan KecuaLi maLas BeroBat.
TerNyata buah Pun terBentuh bUkan Tanpa ManFaat. Jadi alasan SakiTnya Tak KunjunG semBuh iTu apa? ALasan maLas berobat iTu apa? SedanG obatNya ada aLami nan Murah,, ee mUdah puLa didapatNya..
ManFaatKan LinGkunGan kiTa sebaiKbaiKnya.
Keep sPirit bUndabUndaaa...

Jumat, 03 April 2015

AnAk sukSes..

•| ANAK SUKSES ? BERMULA DARI BANGUN PAGI
(TIPS PARENTING)

🍄🌵🍄🌵🍄🌵🍄🌵

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya
dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati

3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang

4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.

5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang
menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang
tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan
tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah
Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah

9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan
cara yg ia bilang

10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam

11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus
ke hati

12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh
transisi

13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-
mudahan jadi pola

14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. InsyaAllah anak
bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya
telah menyesuaikan

15| Jika ayah tak sempat  membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak
merasa diabaikan

16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna

17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada
upaya perbaikan

18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat

19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami

20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi.

🌾🌿🌾🌿🌾🌿🌾

Semoga bermanfaat ...

جزاكم الله خيرا
بارك الله فيكم

Selasa, 31 Maret 2015

ORtu ceRdas Anak Cerdas!

Sedikit oleh-oleh dari Seminar Parenting

              "Smart Parents Smart Children"

Materi yang sangat bagus untuk para orang tua yang diberikan oleh Ust Sidik dari MYC (Maestro Youth Club) . •Tidak terasa, sebenarnya waktu kita untuk mendidik anak itu sangatlah singkat. Saat anak sekolah ditempat jauh, saat anak waktunya kuliah di kota lain, saat ia menikah... Sangat singkat Bunda! Gunakanlah waktu sebaik-sebaiknya untuk menanamkan hal baik ke anak, karena tidak terasa, itu akan segera berlalu.
🎁Waktu berharga pengasuhan anak:

🍼7 tahun pertama (0-7 tahun): Perlakukan anakmu sebagai raja. Zona merah - zona larangan jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak. Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.

🍼7 tahun kedua (7-14 tahun): Perlakukan anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang. Zona kuning - zona hati-hati dan waspada. Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

🍼7 tahun ketiga (14-21 tahun): Perlakukan anak seperti sahabat. Zona hijau - sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

🍼7 tahun keempat (21-28 tahun): Perlakukan sebagai pemimpin. Zona biru - siap terbang. Siapkan anak untuk menikah. •Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun. Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun. Ampun dah lama bener ya? No wonder our hubby suka rada ajib. He...he....
•Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu.

🍰Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.

🍧Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian. •Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah. Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar. Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin.

🎁Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.

🎈Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:

1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala. Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.
•Demikian sedikit oleh-olehnya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat....☺

Senin, 30 Maret 2015

KeNapa Anak KeRas kepaLa???

Berikut 8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka melawan:
1. SIKAP OTORITER ORANGTUA.
     yaitu orangtua terlalu menekan atau memaksa anak untuk menuruti semua kenginannya tanpa melihat kondisi dan kemampuan anak. Orangtua bersikap otoriter kepada anak biasanya karena mereka merasaserbatahu apa yang terbaik untuk anak dan apa yang harus dilakukan anak. Orangtua meyakini bahwa untuk berhasil dalam membimbing, mengarahkan perilaku, dan mendidik anak sehingga menjadi anak yang baik diperlukan cara-cara yang tegas dan keras. Anak yang merasa terus ditekan atau dipaksa dan merasa tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua pada akhirnya akan menunjukkan sikap melawan.

2. BERBICARA KEPADA ANAK DI SAAT YANG TIDAKTEPAT.
      Kerap kali terjadi, misalnya orangtua meminta anak melakukan sesuatu, padahal anak tengah asyik bermain atau menikmati aktivitas kesukaannya. Anak pun merasa terganggu dengan permintaan orangtuanya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, anak biasanya akan mengabaikan permintaan orangtuanya,menunda melaku¬kannya, atau langsung menolaknya.Jika orangtua terus memaksa, sangat mungkin akan terjadi ketegangan atau konflik dengan anak.

3. KEINGINAN ANAK TIDAK DI PENUHI.
      Anak sangat menginginkan sesuatu, tetapi orangtuanya tidak dapat memenuhi keinginan tersebut. Anak pun kemudian menunjukkan perilaku keras kepala atau suka melawan orangtua. Anak melakukan ini untuk mencari perhatian orangtua dan sebagai cara untuk menyampaikan protes. Anak berharap dengan perubahan perilaku yang ditunjukkannnya, orangtua mau memenuhi keinginannya.

4. ANAK DIBIARKAN TUMBUH TANPA BIMBINGAN.
     Hal ini bisa terjadi ketika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya atau memang orangtua kurana mampu memberi perhatian dan didikan yang dibutuhkan anak hingga nilai-nilai kebaikan, seperti sopan santun, menghargai orang lain, atau batasan benar-salah, boleh¬ tidak boleh, tidak tertanam dengan baik pada diri anak. Anak pun tumbuh menjadipribadi yang egois dan suka melawan orangtua.

5. PENGARUH LINGKUNGAN.
    Anak begitu mudah meniru perilaku teman-¬temannya, orang-orang lain yang dikenalnya, atau tayangan televisi. Ketika anak mendapati teman-temannya atau orang lain menunjukkan perilaku suka melawan kepada orangtua, anak-anak pun akan dengan mudah melakukan hal yang sama.

6. MENCONTOH PERBUATAN ORANGTUANYA.
     Mungkin anak sering melihat kedua orangtuanya bertengkar atau bersikap keras kepala. Atau, anak melihat orangtuanya tidak patuh kepada nenek dan kakeknya. Anak pun dapat terdorong untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orangtuanya.

7. ANAK TERLALU DI MANJA.
     Semua keinginanya selalu diberikan. Jika suatu saat ada keinginannya yang tidak dipenuhi, anak akan memprotes dan melawan.

8. HUBUNGAN ANTARA ORANGTUA DAN ANAK TIDAK HARMONIS.
     Ikatan kasih sayang dan pengertian antara mereka pun kurang. Kondisi ini rentan menimbulkan konflik antara orangtua dan anak

Senin, 23 Maret 2015

Be a PosiTive

Mengasuh Dengan Teknik Hypnoparenting  

Hypnoparenting adalah teknik hypnotherapy (terapi dengan hipnosis) yang secara khusus diterapkan oleh orang tua dalam mengasuh anak. Secara garis besar, teknik ini bermanfaat meningkatkan kualitas komunikasi dan kecerdasan spiritual orang tua dan anak. Bekerja langsung pada alam bawah sadar anak, membuat orang tua dapat menerapkan pola asuh tanpa paksaan.

Prinsip utama hypnoparenting adalah mengucapkan kata-kata sugestif berulang-ulang kepada anak ketika otak anak sedang berada dalam gelombang Alpha (8 - 12 Hz). Ketika anak dalam kondisi relaks atau istirahat (mengantuk dan mata mulai tertutup) itulah kondisi otak anak dalam gelombang Alpha. Ketika otak bekerja dalam gelombang Beta (12 - 19 Hz), otak berada dalam keadaan waspada (alert), sedangkan dalam keadaan tidur lelap otak berada di gelombang Theta (4 - 8 Hz).

Kalimat-kalimat yang mengarahkan perilaku positif anak dapat Anda bisikkan di telinga anak ketika anak sedang beralih dari kondisi waspada ke kondisi mengantuk dan tertutup matanya. Kalimat afirmatif positif (maupun negatif) menjadi sugesti akan masuk dan "direkam" alam bawah sadar ketika disampaikan ketika anak dalam fase tersebut. Oleh karena itu, para ahli hipnosis akan melatih orang tua memformulasikan kalimat dengan tepat agar "program" yang disampaikan pada anak tepat.

Dari dua pernyataan berikut, salah satu bukan kalimat sugestif yang patut didengar anak tetapi tanpa sengaja lontarkan dilontarkan orang tua:

“Bunga, kamu selalu berantakan. Coba atur kamar kamu supaya tidak berantakan begini. Tiap hari pasti berantakan…” Karena setiap hari ibunya berkata demikian, Bunga tumbuh menjadi anak yang tidak rapi, selalu berantakan.

“Anak mama anak yang pandai kok, kamu pasti bisa dan pantang menyerah ya…” Sekalipun balita gagal dalam melakukan suatu hal, seperti tugas sekolahnya, kata-kata positif seperti ini justru membuatnya menjadi anak yang pandai dan pantang menyerah. Ia akan tumbuh dengan rasa percaya diri.

HINDARI:

-Menyusun kalimat afirmatif yang mengandung kata "tidak", "jangan", "tanpa" dan kata-kata yang bermakna negasi. Alam bawah sadar hanya dapat "memahami" kata-kata dasar. Misalnya, Anda mengatakan, "Jangan nakal, ya!", yang terekam di alam bawah sadar justru kata "nakal". Jadi, sebaiknya diubar, "Jadilah anak pintar!".
-Menyampaikan sugesti dalam kondisi marah atau emosi yang sedang tidak stabil. Redakan kemarahan atau rasa ingin tergesa-gesa dengan mengatur nafas.

MANFAAT
-Meningkatkan kecerdasan spiritual atau SQ (Spiritual Quotient) anak.
-Meningkatkan kualitas komunikasi, baik secara verbal maupun non-verbal (karena ikatan batin anak-orang tua sangat erat).
-Mengarahkan proses tumbuh kembang anak.
-Mempersiapkan generasi sehat, cerdas dan kreatif.
-Membantu anak yang sakit jadi lebih tenang, merasa aman terlindung sehingga kualitas tidur lebih baik dan daya tahan tubuh meningkat.
-Membantu orang tua lebih paham kepribadian anak.
-Membimbing orang tua menjadi bijaksana dan peka secara spiritual dalam mendidik dan mengasuh anak.
-Mengarahkan orang tua selalu menjadi pribadi positif.

Minggu, 22 Maret 2015

MuLaiLah sejak Dini

Melatih Anak Beribadah Sejak Dini

“Anak-anak Ayah yang saleh dan hebat, ayo lekas bangun. Waktu Subuh sebentar lagi tiba. Kita siap-siap shalat Subuh berjama’ah”, ujar seorang Ayah membangunkan anak-anaknya.

Anak-anaknya segera bangun dan bangkit menuju kamar mandi. Mereka tampak bersemangat mengambil air wudhu untuk kemudian shalat Subuh berjama’ah dengan Ayah dan Bundanya.

٭٭٭

Ayah-Bunda, sebagai umat Islam, tentu kita memahami bahwa ibadah kepada Allah adalah perkara yang sangat penting. Karena, tujuan manusia diciptakan tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah. Karena itu, orangtua perlu membiasakan anak-anaknya untuk belajar dan berlatih beribadah sejak dini.

Salah satu ibadah yang sangat fundamental dalam Islam adalah shalat. Shalatlah yang menjadi pembeda antara muslim dan kafir. Shalat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak. Lebih dari itu, shalat merupakan sarana komunikasi makhluk (manusia) dengan khaliknya (Allah swt) dan sekaligus bentuk penghambaan diri kepada-Nya.

Oleh karena itu, setiap orangtua harus melatih dan membiasakan anak-anaknya beribadah sejak dini. Sehingga, ketika memasuki usia balig, anak sudah terbiasa mengerjakan shalat dan amal ibadah lainnya yang menjadi kewajibannya. Melatih dan membiasakan anak-anak beribadah merupakan kewajiban orangtua sebagai bagian dari pendidikan yang harus diberikan kepada anak.

Al-Qur’an menerangkan, “Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha [20]: 132).

Sekali lagi mari kita belajar kepada Luqman. Luqman adalah sosok orangtua yang berhasil mendidik anak-anaknya. Maka, pantas saja Allah mengabadikan kisah Luqman dalam Al-Qur’an. Bahkan, menjadikan namanya sebagai salah satu nama surat dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an menerangkan, “Wahai anakku! Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS. Luqman [31]: 17).

Setelah pada ayat sebelumnya mengisahkan Luqman yang menanamkan tauhid kepada anak-anaknya, pada ayat ini mengisahkan Luqman yang mengajarkan anak-anaknya agar mendirikan shalat dan melakukan amar makruf nahyi munkar. Luqman memahami bahwa setelah tauhid (akidah), maka perkara penting selanjutnya adalah ibadah. Karena itulah, ia begitu telaten mengajarkan anak-anaknya agar taat beribadah kepada Allah.

Nah, mari kita latih dan ajari anak-anak kita beribadah sejak dini. Rasulullah saw. menganjurkan kita agar melatih dan mengajari anak-anak beribadah sejak anak berusia tujuh tahun. Tentu saja lebih dini lagi, itu lebih baik. Karena, untuk menanamkan karakter taat beribadah pada diri anak perlu pembiasaan sejak dini. Ketika anak sudah terbiasa, maka perlahan akan menjadi sebuah karakter.

Abdullah bin Umar ra. meriwayatkan, “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Perintahkan anak-anakmu shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun. Dan, pukullah mereka karena meninggalkan shalat ketika telah berusia dua belas tahun. Dan,pisahkanlah tempat tidur mereka.’” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Hakim).

Ayah-Bunda, jangan sampai kita termasuk orangtua yang melalaikan kewajiban ini. Karena, sesungguhnya Allah telah mengingatkan kita agar memelihara diri dan keluarga kita dari api neraka. Ketika kita tidak pernah mengajari dan melatih anak-anak untuk beribadah, sehingga mereka tumbuh dan berkembang menjadi remaja yang melalaikan shalat, bahkan hingga dewasanya, maka kelak di akhirat anak-anak kita akan menuntut kita. Mereka akan menarik kita untuk sama-sama masuk neraka. Naudzubillah…

Al-Qur’an mengingatkan, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).

Alangkah indahnya jika setiap keluarga muslim mengajari dan melatih anak-anak mereka untuk beribadah sejak dini. Berikan contoh dan teladan terbaik bagi anak-anak dalam hal beribadah dan hal-hal lainnya. Dengan demikian, kelak diharapkan akan lahir generasi muda Islam yang saleh dan salehah serta unggul. Selamat melatih anak-anak Anda untuk beribadah!

Jumat, 20 Maret 2015

RuLe meniTip aNak

Menitip Anak pada Ortu?

Beberapa hari lalu saya menyaksikan filmParental Guidance yang dibintangi Billy Crystal, Bette Midler, dan Marissa Tomei. Filmnya pas banget dengan kondisi saya. Kenapa? Karena saya gemar menitipkan anak pada orang tua untuk diawasi.

Memang sih, alur cerita Parental Guidancedan tema besarnya bukan tentang itu, thok.Tapi entah kenapa, yang lebih “jleb” justru urusan menitipkan anak pada ortunya itu, lho. Saya bisa melihat persoalan ini dari perspektif orangtua alias kakek dan nenek.

Hingga saat ini, saya masih suka menitipkan Nadira di rumah mertua saya. Kebetulan, rumah mertua hanya beda beberapa rumah dari rumah kami. Kemudian, suami saya itu tipe paranoid, yang enggan meninggalkan anak berdua saja dengan ART di rumah. Jadi, deh, setiap pulang sekolah, Nadira ke rumah neneknya dan dijemput saat kami pulang kantor. Meski begitu, saya tetap menugasi pengasuh Nadira untuk meladeni semua kebutuhannya. Jadi mertua saya hanya mengawasi saja.

Itupun kami masih suka merasa nggak enak. Saya dan suami takut kalau mertua jadi terbebani atau terkekang. Makanya kami berusaha keras agar kehadiran Nadira di rumah mertua tidak merepotkan beliau. Untuk makanan, susu dan snack, saya siapkan sendiri. Kemudian, kami juga memberi uang bulanan kepada mertua sebagai “kompensasi”. Awalnya mertua menolak, tapi karena kami yakinkan dengan argumentasi yang masuk akal, akhirnya beliau mengerti.

Kenapa kami mau repot-repot begini? Sebab kami berusaha memberi batasan. Nadira adalah anak dan tanggung jawab kami. Semua kebutuhannya HARUS kami yang penuhi. Jangan sampai karena kami lalai memenuhi, Nadira jadi merepotkan orang lain, meski itu kakek dan neneknya sendiri.

Ternyata, pedoman ini juga dianjurkan oleh seorang psikolog terkenal. Saya pernah baca rubrik konsultasi yang ia asuh di sebuah tabloid. Saat itu, ia menjawab pertanyaan seorang ibu yang mengeluh karena masih tinggal bersama mertuanya.

Saya lupa kalimat persisnya, tapi kira-kira tulisan sang psikolog begini, ya:

“Ibu saya itu sakelijk kepada anak dan cucunya. Saat saya menitipkan anak, ibu membolehkan. Tapi saya harus membawa pengasuh anak dan kebutuhan anak saya sendiri. Ibu menegaskan, anak saya adalah tanggung jawab saya. Jadi beliau bersedia dititipi anak, tapi hanya mengawasi dan mengajaknya bermain, bukan memandikan, menyuapi atau mengejar-ngejarnya. Itu sepenuhnya adalah tanggung jawab orang tua si anak, yang bisa didelegasikan ke pengasuh.

Selain itu, ibu saya juga tegas jika ada anaknya yang tinggal di rumah. Si anak harus membayar biaya listrik, biaya makan, dan lain-lain. Tidak ada namanya menumpang gratis. Apalagi jika si anak menumpang tinggal bersama istri/suami dan anaknya. Ia harus mengurus segala sesuatu sendiri, mulai dari makanan, cucian sampai membersihkan kamar. Rumah ibu saya ibaratnya hanya sebagai kos-kosan. Si anak dan keluarganya harus bertanggung jawab atas semua kebutuhannya sendiri dan membayar kewajibannya tiap bulan.

Memang banyak saudara yang kaget dengan sikap ibu. Tapi menurut saya, justru inilah yang terbaik. Saya dan adik-adik saya jadi terbiasa mandiri, baik secara psikis maupun finansial serta menghormati ibu sebagai orang tua maupun sebagai seorang pribadi. Jika ibu saya tidak tegas seperti itu, bisa jadi anak-anaknya akan bertingkah seenaknya dan memperlakukan ibu dengan tidak hormat. Tugas ibu mengurus anak-anaknya kan sudah selesai saat anak-anaknya mandiri. Masa harus ditambah dengan mengurus cucu dan anak-anaknya yang sudah menikah?”

Siapa yang merasa “jleb” dengan komentar sang psikolog tadi? *tunjuk diri sendiri hehehe…*

Makanya saya merasa beruntung punya suami yang satu visi untuk urusan ini. Bahkan suami saya lebih lebay. Dulu saat saya masih tinggal nebeng sama mertua dan orang tua saya, suami selalu membelikan beras, minyak dan kebutuhan rumah tangga lainnya untuk mertua dan ortu saya. Alasannya, kami sering tinggal dan numpang makan, plus menitipkan Nadira. Padahal saya berpikir, memberi uang bulanan saja sudah cukup.

Anyway, poin-poin etika menitipkan anak pada orang tua mungkin bisa dirangkum sebagai berikut:

Awali semua dengan rasa “tidak enak”. Jangan mentang-mentang itu orang tua atau mertua sendiri, lantas kita bisa seenaknya menitipkan anak. Kita sudah jadi orang tua, lho, anak adalah tanggung jawab kita sepenuhnya, bukan orang lain meski itu kakek dan neneknya sendiri.Penuhi kebutuhan anak agar tidak membebani ortu kita. Bu Elly Risman pernah berkata, “Tubuh kami (ortu, Red), tidak didesain untuk mengejar-ngejar cucu. Kami ini sudah renta. Anak adalah tanggung jawab ortunya, bukan kakek neneknya.” Jadi kalau kita mau menitipkan anak, sediakan pengasuh dan segala kebutuhan anak. Kalau kepepet, seperti pengasuh pulang kampung misalnya, minimal sediakan segala kebutuhan anak. Jangan sampai menyusahkan ortu secara fisik dan finansial sekaligus.Berbeda pola asuh dengan ortu? Terima sajalah. Itu, kan, risiko yang kita ambil saat memutuskan untuk menitipkan anak pada ortu, bukan? Kalau tidak mau, ya, jangan titipkan anak, dong. As simple as that :)Kalau memang ada yang mengganjal sekali, utarakan dengan hati-hati. Kita bisa kan bersikap ekstra hati-hati bahkan memanjakan ART/nannydengan tujuan agar mereka tidak mudik? Lalu kenapa sama ortu sendiri nggak bisa? Padahal mereka yang melahirkan dan mengasuh kita sejak kecil, lho.Kasih sayang ibu sepanjang masa, kasih sayang anak sepanjang galah. Ingat pepatah tersebut? Oleh karena itu, menurut saya, sebanyak apapun saya memberi uang atau harta benda pada ortu dan mertua, tetap tidak akan mampu membalas semua yang pernah mereka berikan. So please be generous to your parents, tentu sesuai kemampuan ya. Apalagi jika ortu kita sehari-hari membantu mengasuh anak. Sebisa mungkin berikan uang bulanan meski hanya sedikit. Kalau ortu menolak, berikan hadiah-hadiah kecil sebagai kejutan. Entah itu makanan kesukaannya, blus cantik atau pajangan favorit. Minimal, berikanlah perhatian kepada merekabecause it’s the least that we can do, right?

Kamis, 19 Maret 2015

AYAH.. MAAF.

Mengapa Anak-anak Tidak Telepon Ayah?

Written By:
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Direktur Auladi Parenting School
Pembicara Parenting Internasional di 4 negara
dan Pembicara Nasional Parenting di 24 Propinsi, lebih dari 70 Kota di Indonesia
www.auladi.net

Cerita ini diceritakan seorang perempuan, sebut saja ibu UQ, lewat facebook kepada saya. Perempuan ini sudah menikah dan punya anak. Tapi yang diceritakannya adalah tentang orangtuanya sendiri. Cerita ini bagi saya sungguh membuat pikiran saya merenung panjang. Apakah saya akan menjadi orangtua yang secara tidak sengaja atau tidak mendapat perlakuan begini kelak? Dan ini cerita ini saya pikir patut diketahui oleh banyak para ayah lain di dunia.
“Assalamualaikum...Abah, saya ingin berbagi cerita, Ayah dan Ibu sekarang sudah sepuh, kami 4 orang anak-anaknya (3 laki-laki dan 1 perempuan yaitu saya) sudah berkeluarga semua dan tinggal terpisah dengan mereka. Pada suatu hari Ayah kami protes terhadap Ibu dan ini yang dikatakanya”

“Mengapa setiap anak-anak telepon, lalu telepon itu yang jawab Ayah, selalu yang pertama diucapkan anak-anak ‘Ibu mana pa? Ibu sehat pa?’ atau ‘Pa maaf mau berbicara dengan Ibu’, selalu yang dicari Ibunya. Sedangkan saya sebagai Ayahnya yang menjawab telepon ditanya kabarnya pun tidak.”

Begitulah cerita Ibu kepada kami berempat anak-anaknya. Tanpa kami sadari memang seperti itu adanya, Ibu adalah sangat berarti bagi kami dan kami anak-anaknya lebih dekat dan lebih nyaman dengan Ibu.

Dengan bijak Ibu memberi saran kepada kami agar lebih peduli dengan Ayah, di hari tuanya setelah 10 tahun lalu pensiun, Ayah tidak banyak kegiatan. Sehingga, Ayah sering merasa kesepian.

Kami anak-anak bukan tidak sayang dengan Ayah. Bagi kami Ayah dan Ibu sama-sama kami sayangi. Permasalahannya dari kecil kami dekat dengan Ibu karena 90% kami dirawat dan dididik oleh Ibu sebagai Ibu Rumah Tangga.

Ayah yang seorang aparat, waktunya banyak tercurah untuk pekerjaannya sebagai abdi negara. Sehingga, sering Ayah pulang larut malam bahkan hari libur sekalipun Ayah masih harus dinas. Bisa kita petik hikmahnya ya Abah, bahwa sesibuk apapun peran Ayah dalam mendidik anak-anaknya juga penting.

Sewaktu Ayah muda tidak menyadari bahwa Ayah jarang sekali bercengkerama atau berdiskusi bersama kami anak-anaknya waktunya dihabiskan di luar rumah dengan dalih pekerjaan. Hal ini membuat kami anak-anaknya tidak dekat.

Kini, Ayah di masa tuanya mengisi hari-hari di rumah merasa kesepian dan merasa anak-anaknya jauh darinya. Semoga para Ayah di luar sana dapat membaca cerita yang kami alami ini serta dapat mengambil pelajaran dari cerita ini.

Dan untuk Ayahku tercinta maafkan atas sikap kami Ayah, sungguh bukan maksud kami tidak peduli, kami berjanji untuk lebih memperhatikan Ayah. Bagi kami Ayah dan Ibu adalah segalanya. Kami harap di hari tuanya Ayah dan Ibu dapat berbahagia menyaksikan anak-anaknya berhasil dalam karier dan rumah tangganya dan semoga kami dapat menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak kami.

آمِّيْنَ....آمِّيْنَ.... يَا رَبَّ الْعَالَمِي...

Abah. Terima Kasih.
Wasalamu’alaikum"

Perasaaan itu tidak bisa dibohongi. Kasih sayang dan kecintaan (mahabbah) bisa terjalin dimulai dari hal sederhana: kedekatan secara emosional. Pun demikian juga kedekatan orangtua anak, kedekatan emosional dapat tercipta dengan adanya interaksi yang intens orangtua dengan anak. Yaitu, orangtua yang sering hadir bersama anak, bukan hanya di dekat anak. Bersama anak artinya orangtua saat di dekat anak tidak dicampuri urusan bertiga dengan urusan dapur, cucian, pekerjaan, facebook, bbm-an, laptop, televisi dan seterusnya.

Kebersamaan dengan anak adalah awal untuk menumbuhkan perasaan kasih sayang anak terhadap orangtuanya. Ketika tersedia kebersamaan, tersedia pula lebih mudah perhatian.

Cerita lain, seorang ibu di Lhokseumawe, Aceh bercerita kepada saya bahwa saat ini orangtua terbaring di rumah sakit. Kira-kira begini yang diceritakan beliau kepada saya: “Saya memang memijit ayah saya. Saya memang merawat dan menunggui ayah saya di rumah sakit. Tapi, Abah bagaimana caranya menumbuhkan perasaan sayang saya dengan ayah saya?

Rasanya saat saya memijit ayah saya, hambar terasa. Seperti tanpa rasa. Ayah tahu, waktu kecil memang saya dididik sangat keras oleh ayah saya. Lalu saya pun hidup jauh dari ayah saya. Sehingga pun setelah ayah saya tua, memang saya masih merawat ayah, tapi kok gak ada rasa. Bagaimana Abah agar saya bisa tumbuh perasaan sayang dengan orangtua saya? Apakah saya berdosa abah?”

Saya tidak ingin menanggapi pertanyaan tersebut di sini. Karena saya sudah sampaikan secara privat pendapat saya. Yang saya ungkapkan di sini adalah: mengapa bisa terjadi perasaan “tanpa rasa” terhadap orangtua tidaklah muncul dengan sendirinya. Lihat bagaimana saja interaksi orangtua dengan anak sewaktu anak-anaknya masih kecil.

Tetapi, sekali lagi perasaan tidak bisa dibohongi. Bahwa ibu tadi tetap merawat orangtuanya, bisa jadi hanya karena kepatuhannya pada Allah. Bisa jadi hanya karena ingin mengikuti “SOP” yang sudah diberikan Allah tentang birrul walidain (berbakti pada kedua orangtua). Tetapi apakah tumbuh perasaan kasih sayang atau tidaklah, ditentukan bagaimana interaksi orangtua dengan anaknya sendiri waktu kecil.

Jadi, ayah bunda, jika tidak ingin “ditelantarkan anak”, periksa kembali apakah selama ini kita sudah tidak menelantarkan anak kita? “Jualan darah dan keringat” tidak berarti otomatis anak kita akan dekat dengan kita secara emosional kan?

Apakah yang dimaksud jualan “darah” dan “keringat”? Sebagian orangtua agar anaknya patuh pada orangtua seringkali menjual dua hal tadi dengan kalimat seperti ini “Mama yang melahirkan kamu dengan darah!” atau “Ayah sudah bersusah payah mencari nafkah, berkeringat, demi kalian, demi memenuhi kebutuhan dan masa depan kalian!” Tidaklah berarti otomatis anak-anak kita akan dapat “terbeli” perasaan sayangnya kepada kita.

Bagi para ayah, mencari nafkah adalah kewajiban. Tapi apakah setelah mencari nafkah gugur kewajiban kita yang lain: mendidik anak? Apakah setelah kita menunaikan sholat, otomatis kewajiban kita shaum di bulan Ramadhan gugur? Atau sebaliknya? Tentu tidak kan? Periksa kembali sejauh mana keterlibatan kita pada pendidikan anak-anak kita dan bukan hanya “outsourcing” pada guru di sekolah atau ustadz dan ustadzah.