Selasa, 28 April 2015

HiMmaH.

GAMBARAN SEBUAH HIMMAH

❄❄❄❄☔☔❄❄❄❄

Aku ingin menerbangkan setinggi mungkin.."✈

⛵Gumam seorang anak umuran SD sambil menenteng layang-layang lengkap dengan tali benangnya.

Dia pun mencoba menaikan layang-layang itu sendiri..

🌷Tapi sayang.. Berulang-ulang dia terbangkan, layang-layang itu belum mau juga terbang.

Tidak putus asa. Dia pun meminta bantuan temannya.

Wahai temanku, tolong pegang layang-layangku.. Bawa jauh ke depan sana.. Aku akan tarik dari sini.."ߓ⠔teriaknya kepada temannya.

✌Temannya pun membantu memegang layang-layangnya.

Dibawanya layang-layang tersebut jauh ke depan.

Ya, lepaskan!" Teriaknya pada temannya.

Tali benangpun ditarik cepat, bersamaan dengan dilepasnya pegangan.

⚡Ah.. Ternyata layang-layang masih belum bisa mantap terbang. Dia malah menukik ke bawah sesaat setelah naik.ߌ
Terus, berulang-ulang keadaan layang-layangnya.

✊Sang anak pemilik layang-layang pun memeriksa layang-layangnya.
Mungkin ada yang tidak beres dari tali kama-nya, atau ada sesuatu yang perlu dibenahi.

Dia pun memeriksa dan membenahi apa yang kurang dari layang-layangnya.

Setelah semua sesuai standar, dia pun memutar otak, apalagi usaha yang harus dilakukan agar layang-layangnya bisa terbang di langit. Ketika melihat sekitar, dia pun mendapat ide.

Dia naik ke atas dataran tinggi.

Dia pun kembali menyuruh temannya untuk memegang layang-layangnya dan membawa jauh ke depan agar bisa ditarik ke atas.

"Ya, lepaskan.."

Tarikan yang berpadu dengan ketepatan lepasan, menjadikan layang-layang naik melesat ke atas.ߚ

Posisi atas sang penarik benang pun disambut dengan angin, membawa layang-layang terbang membumbung tinggi✈.

✈✈Terus naik dan naik. Bertengger mantap di atas langit.ߗ
🌸Segurat senyum merekah di wajah sang anak pemilik layang-layang.

Kelelahan usaha tak terasa, telah terbayar purna dengan keberhasilan mewujudkan tekad...

Menerbangkan layang-layang.

✋Ikhwatii fillah,
Itulah gambaran sebuah himmah. Tekad seorang anak dalam menerbangkan layang-layangnya.

Dikisahkan, sebab penulisan kitab Shahih Bukhari adalah ketika Imam Bukhari mendengar Ishaq bin Rahawih di suatu majelisnya mengatakan:

Duhai seandainya ada salah seorang dari kalian ada yang mampu mengumpulkan dalam satu kitab, hadits-hadits shahih dari Rasulullah"

Ketika mendengar itu melejitlah himmah Imam Bukhari untuk mewujudkan keinginan shahabatnya tersebut.

⌛⏳Waktu berlalu, dan dengan pertolongan Allah kemudian dengan himmah Imam Bukhari, jadilah sebuah kitab yang monumental Shahih Bukhari yang kita kenal.

Demikian juga Imam adz Dzahabi, beliau menuturkan sendiri awal mula beliau tertarik belajar ilmu hadits.

✏Beliau menuturkan,
"Ketika Imam al Barzali melihat tulisanku, beliau berkata: Sesungguhnya tulisanmu seperti tulisan ahlul hadits."

Ketika mendengar ucapan tersebut, maka timbullah himmah Imam adz Dzahabi untuk menjadi ahlul hadits.

Beliau menuturkan: "Maka setelah itu, Allah membuat aku cinta kepada ilmu hadits."

⏰Dan berjalanlah waktu hingga beliau menjadi Imam Ahlul Hadits di zamannya.

☝Ikhwatii fillah,
Demikianlah himmah.

📚Jika di antara kita telah ada sebesit himmah, baik himmah ingin punya hafalan Al Qur'an, ingin punya hafalan hadits, ingin bisa berbahasa arab, ingin bisa baca kitab ulama, ingin.. Ingin.. Dan ingin.. Maka jadilah orang yang berhimmah tinggi dan kokoh.

🔐Terus usaha dan doa adalah kunci kesuksesan.

🌷Disamping engkau terus maju pantang mundur, engkau juga harus terus berdoa dan minta pertolongan kepada Allah.

☝Yaa Allah, kami memohon kekuatan dan pertolongan dari-Mu dalam mewujudkan himmah belajar dan ibadah kami..

🌷Wallahu alam.
Semoga bermanfaat.

📜Atsar Imam Bukhari bisa dilihat di kitab Hadyus Saari. Atsar Imam adz Dzahabi bisa dilihat di Siyar Alamun Nubala.

Jumat, 24 April 2015

YatimkaH akU???

UNTUK BUNDAKU

Bunda, tutuplah dulu facebook-mu
Ini aku Si Umur Satu
Pintar mengoceh dan ingin main denganmu
Bacakan aku buku, atau menyanyilah untukku

Bertahun-tahun lagi, Bunda,
Blogmu masih akan tetap ada di sana
Tapi tak selamanya aku berumur dua
Aku akan masuk sekolah, segera

Bu, bagaimana kabar dunia maya hari ini?
Kulihat di hadapan facebook kau tersenyum sendiri
Padahal aku ingin berbagi
Cerita tentang murid baru di PAUD/nursery kami

Umurku empat, dan kau kata aku nakal
Membuatmu tak bisa nulis status dan komen di media sosial
Kalau aku tak nakal, Ibu,
Kau tak akan mengangkat wajahmu dari screen itu

Lihat, Bunda, aku sudah besar sekarang
Berangkat ke sekolah pagi, pulang sudah petang
Frekuensi pertemuan kita semakin jarang
Apa kau merindukanku, saat menyantap makan siang?
Aku tak langsung pulang, Bunda,
Ada tambahan ekstrakurikuler sepakbola
Besok sains, matematika, fisika, atau kimia
Lusa bahasa Arab, Perancis, Jerman, atau bahasa asing lainnya

Apa Bunda, kau ingin mendengar ceritaku?
Maafkan karena aku mengecewakanmu
Aku sudah ditunggu PR-PR-ku
Letih ini inginku segera ke peraduanku

Bunda, weekend ini aku menginap di rumah temanku
Bunda bisa memiliki lebih banyak waktu
Mengurus twitter, facebook, path, instagram, line dan wa
Atau media sosial entah apa lagi namanya

Liburan bulan depan ada schooltrip ke luar negeri, Bunda
aku tak akan hadir dalam makan malam keluarga
Sampaikan salamku kepada adik, kakak, dan semua saudara
Nanti kukirim kabar dari jejaring sosial, Bunda mau yang mana?

Delapanbelas umurku kini
Aku pergi dan pasti akan jarang kembali
Bunda bisa mengerjakan semua hobi
Sepanjang waktu, setiap hari, tak akan aku menghalangi
Bu, aku hanya meminta 6.570 hari saja
Ya, 157.680 jam lebih tepatnya
Hanya sebanyak itu waktu yang kaupunya

Sebelum aku dikategorikan sebagai dewasa
Delapan belas tahun itu 9.460.800 menit saja, Ibu
Dikurangi tidur, aku sekolah, dan menit-menit yang berlalu
Saat kau menduakanku dengan facebookmu
Sesungguhnya, tak akan lama aku di gendongan dan gandengan tanganmu

Bunda.

Rabu, 22 April 2015

WaHai isTri...

menggambarkan tentang suami :

Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah SUAMIKU dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku:
Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping peRempUan yang asing baginya.

Dia tinggalkan rumah orang tuanya. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada pereMpuaN yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar.

Dia memBahagiakan pereMpuaN itu sesuai dengan yang diridhai Allah. Semua itu berdasarkan perintah agama,
subhanallah...... Dari sini muncul pertanyaan di dalam diriku?!

Kenapa sampai gampang bagi sebagian peRemPuan untuk meNguMbar aib suAminYa, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya, kemudian datang kepadanya.

Kenapa ringan bagi sebagian pEremPuan untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya?!

Kenapa ringan bagi sebagian pereMpuaN menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama sUami dan anak-anaknya?!

Kenapa ringan bagi sebagian pereMpuaN menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi sUaminYa, tidak ia ajak keluar dan juga tidak ia temani.

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian PeremPuan membiarkan sUaminYa teraBaikan, sementara di dalam hatinya ada kegetiran perasaan,dioTaknya punYa seriBu fikiran membahagiaKan istri aNaknya, di matanya ada air mata tertahan uNtuk kehaRuan senYum anAk istrinya?!

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian pEremPuan pergi berjalan sementara suAminya dan aAnakNya ia tinggalkan tanpa peduli dengan nasib mereka selama ia pergi.

Kenapa bisa ringan bagi sebagian peRempUan berlepas diri dari tanggungjawab yang akan ia pertanggungjawabkan di akhirat nanti sebagaimana yang di sampaikan oleh Rasulullah?! Rasulullah bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya..." — bersama An Nisa Nurul Khasanah dan 5 lainnya.

UntuKmu sUamikU.
Mrs. IsQ

Selasa, 21 April 2015

MaNa saHabatMu???

MANISNYA IKATAN IMAN

Manisnya ikatan Iman dan Islam Imam syafi'i berkata :
"Jika engkau punya teman - yg selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah-maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman-baik itu susah, tetapi melepaskanny sangat mudah sekali".

-Sahabatku luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini....

Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mrk tidak menemukan Sahabat2 mrk yg selalu bersama mrk dahulu di dunia.

Mrk bertanya tentang Sahabat mrk kepada ALLOH SWT :

"Yaa Rabb... Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.

"Maka ALLOH SWT berfirman: "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah". (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

- Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu, krn mrk memiliki Syafa'at pd hari kiamat".

- Ibnul Jauzi pernah berpesan kpd Sahabat2nya sambil menangis :
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada ALLOH SWT tentang aku : "Wahai Rabb Kami...

Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami ttg ENGKAU..

Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu".

- Pesan:
Sahabat2ku fillah, Mudah-mudahan dgn ini, aku telah Mengingatkanmu ttg ALLOH SWT, Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..

Wahai sahabatku..
Jika kalian tidak menemukan diriku di Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku dan bertanya pada Allah ttg diriku,dan smoga Allah ridha menyelamatkan diriku dan keluargaku dari siksa api neraka.

Yaa Rabb...
Aku Memohon kepada-Mu..
Karuniakanlah kepadaku Sahabat2 yg selalu mengajakku utk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu.. , Aamiin.

Rabu, 15 April 2015

InnaLiLLah

Di copas dari Dr. Agus Setiawan:

Assalaamu'alaik um warohmatullohi wabarokaatuh 

Mungkin banyak yang sudah melupakan buku Ghirah dan Tantangan Terhadap Islam karya Buya Hamka. Buku itu memang tipis saja, nampak tidak sebanding dengan koleksi masif seperti Tafsir Al Azhar, namun tipisnya buku tidak identik dengan kurangnya isi, apalagi pendeknya visi. Sesuai judulnya, buku tersebut membahas masalah-masalah seputar ghirah dengan bercermin pada kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Meskipun buku ini diterbitkan pada awal tahun 1980-an, pada kenyataannya masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil untuk dipraktekkan dalam kehidupan di masa kini. 

Buya Hamka memulai uraiannya dengan sebuah kasus yang dijumpainya di Medan pada tahun 1938. Seorang pemuda ditangkap karena membunuh seorang pemuda lain yang telah berbuat tidak senonoh dengan saudara perempuannya. Sang pemuda pembunuh itu pun dihukum 15 tahun penjara. Akan tetapi, tidak sebagaimana narapidana pada umumnya, sang pemuda menerima hukuman dengan kepala tegak, bahkan penuh kebanggaan. Menurutnya, 15 tahun di penjara karena membela kehormatan keluarga jauh lebih mulia daripada hidup bebas 15 tahun dalam keadaan membiarakan saudara perempuannya berbuat hina dengan orang. 

Dalam sejarah peradaban Indonesia, suku-suku lain pun memiliki semangat yang tidak kalah tingginya dalam menebus kehormatan. Menurut Hamka, bangsa-bangsa Barat sudah lama mengetahui sifat ini. Mereka telah berkali-kali dikejutkan dengan ringannya tangan orang Bugis untuk membunuh orang kalau kehormatannya disinggung. Demikian pula orang Madura, jika dipenjara karena membela kehormatan diri, setelah bebas dari penjara ia akan disambut oleh keluarganya, dibelikan pakaian baru dan sebagainya. Orang Melayu pun dikenal gagah perkasa kalau sampai harga dirinya disinggung. Bila malu telah ditebus, biasanya mereka akan menyerahkan diri pada polisi dan menerima hukuman yang dijatuhkan dengan baik. 

Di masa lalu, anak-anak perempuan di ranah Minang betul-betul dijaga. Para pemuda biasa tidur di surau untuk menjaga kampung, salah satunya untuk menjaga agar anak-anak gadis tidak terjerumus dalam perbuatan atau pergaulan yang menodai kehormatan kampung. Pergaulan antara lelaki dan perempuan dibolehkan, namun ada batas-batas tegas yang jangan sampai dilanggar. Kalau ada minat, boleh disampaikan langsung kepada orang tua. 

Di jaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. dulu pernah ada juga kejadian dahsyat yang berawal dari suatu peristiwa (yang mungkin dianggap) kecil saja. Seorang perempuan datang membawa perhiasannya ke seorang tukang sepuh Yahudi dari kalangan Bani Qainuqa’. Selagi tukang sepuh itu bekerja, ia duduk menunggu. Datanglah sekelompok orang Yahudi meminta perempuan itu membuka penutup mukanya, namun ia menolak. Tanpa sepengetahuanny a, si tukang sepuh diam-diam menyangkutkan pakaiannya, sehingga auratnya terbuka ketika ia berdiri. Jeritan sang Muslimah, yang dilatari oleh suara tawa orang-orang Yahudi tadi, terdengar oleh seorang pemuda Muslim. Sang pemuda dengan sigap membunuh si tukang sepuh, kemudian ia pun dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Perbuatan yang mungkin pada awalnya dianggap sebagai candaan saja, dianggap sebagai sebuah insiden serius oleh kaum Muslimin. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. pun langsung memerintahkan pengepungan kepada Bani Qainuqa’ sampai mereka menyerah dan semuanya diusir dari kota Madinah. 

Itulah ghirah, yang diterjemahkan oleh Buya Hamka sebagai “kecemburuan”. 

Penjajahan kolonial di Indonesia membawa masuk pengaruh Barat dalam pergaulan muda-mudi bangsa Indonesia. Pergaulan lelaki dan perempuan menjadi semakin bebas, sejalan dengan masifnya serbuan film-film Barat. Batas aurat semakin berkurang, sedangkan kaum perempuan bebas bekerja di kantor-kantor. Demi karir, mereka rela diwajibkan berpakaian minim, sedangkan keluarganya pun merasa terhormat jika mereka punya karir, tidak peduli bagaimana caranya. Tidak ada lagi kecemburuan. 

Tidak ada yang boleh marah melihat anak perempuannya digandeng pemuda yang entah dari mana datangnya. Suami harus lapang dada kalau istrinya pergi bekerja dengan standar berpakaian yang jauh dari syariat, karena itulah yang disebut “tuntutan pekerjaan”. 

Sesungguhnya ghirah itu merupakan bagian dari ajaran agama. Pemuda Muslim yang membela saudarinya dari gangguan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ menjawab jerit tangisnya karena adanya ikatan aqidah yang begitu kuat. Menghina seorang Muslimah sama dengan merendahkan umat Islam secara keseluruhan. 

Ghirah adalah konsekuensi iman itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya dihina, bahkan agamanya itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri. Bangsa-bangsa penjajah pun telah mengerti tabiat umat Islam yang semacam ini. Perlahan-lahan, dikulitinyalah ghirah umat. Jika rasa cemburunya sudah lenyap, sirnalah perlawanannya. 

Buya Hamka mengkritik keras umat Muslim yang memuji-muji Mahatma Gandhi tanpa pengetahuan yang memadai. Gandhi memang dikenal luas sebagai tokoh perdamaian yang menganjurkan sikap saling menghormati di antara umat beragama, bahkan ia pernah mengatakan bahwa semua agama dihormati sebagaimana agamanya sendiri. Pada kenyataannya, Gandhi berkali-kali membujuk orang-orang dekatnya yang telah beralih kepada agama Islam agar kembali memeluk agama Hindu. Kalau tidak dituruti keinginannya, Gandhi rela mogok makan. Itulah sikap sejatinya, yang begitu cemburu pada Islam, sehingga tidak menginginkan Islam bangkit, apalagi memperoleh kemerdekaan dengan berdirinya negara Pakistan. 

Dua dasawarsa lebih berlalu dari wafatnya Hamka, nyatalah bahwa hilangnya ghirah adalah salah satu masalah terbesar yang menggerogoti umat Islam di Indonesia. Sekarang, orang tua pun rela menyokong habis-habisan anak perempuannya untuk menjadi mangsa dunia hiburan. Para ibu mendampingi putri-putrinya mendaftarkan diri di kontes-kontes model dan kecantikan, yang sebenarnya hanya nama samaran dari kontes mengobral aurat. 

Kalau kepada putri sendiri sudah lenyap kepeduliannya, kepada agamanya pun begitu. Makanan fast food dikejar karena prestise, tak peduli keuntungannya melayang ke Israel untuk dibelikan sebutir peluru yang akhirnya bersarang di kepala seorang bayi di Palestina. Kalau dulu seluruh kekuatan militer umat Islam dikerahkan untuk mengepung Bani Qainuqa’ hanya karena satu Muslimah dihina oleh tukang sepuh, maka kini jutaan perempuan Muslimah diperkosa, jutaan kepala bayi diremukkan dan jutaan pemuda dibunuh, namun tak ada satu angkatan bersenjata pun yang datang menolong. 

Luar biasa generasi anak-cucu Buya Hamka, karena mereka telah benar-benar mati rasa dengan agamanya sendiri. Ketika anak-anak muda dibombardir dengan pornografi, maka umatlah yang dipaksa diam dengan alasan kebebasan berekspresi. Tari-tarian erotis digelar sampai ke kampung-kampung yang penduduknya tak punya cukup nasi di dapurnya, hingga yang terpikir oleh mereka hanya jalan-jalan yang serba pintas. Ramai orang mengaku nabi, sementara para pemuka masyarakat justru menyuruh umat Islam untuk berlapang dada saja. Padahal yang mengaku-ngaku nabi ini ajarannya tidak jauh berbeda: syariat direndahkan, kewajiban-kewaj iban dihapuskan, para pengikut disuruh mengumpulkan uang tanpa peduli caranya, orang lain dikafirkan, bahkan para pengikutnya yang perempuan disuruh memberikan kehormatannya pada sang nabi palsu. Atas nama Hak Asasi Manusia, umat disuruh rela berbagi nama Islam dengan para pemuja syahwat. 

Atas nama toleransi, dulu umat Islam digugat karena penjelasan untuk Surah Al-Ikhlash dalam buku pelajaran agama Islam dianggap melecehkan doktrin trinitas. Kini, atas nama pluralisme, umat Islam dipaksa untuk mengakui bahwa semua agama itu sama-sama baik, sama-sama benar, dan semua bisa masuk surga melalui agamanya masing-masing. Maka pantaslah bagi kita untuk merenungkan kembali pesan Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar ketika menjelaskan makna dari ayat ke-9 dalam Surah Al-Mumtahanah: 

...orang yang mengaku dirinya seorang Islam tetapi dia berkata; “Bagi saya segala agama itu adalah sama saja, karena sama-sama baik tujuannya.” Orang yang berkata begini nyatalah bahwa tidak ada agama yang mengisi hatinya. Kalau dia mengatakan dirinya Islam, maka perkataannya itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Karena bagi orang Islam sejati, agama yang sebenarnya itu hanya Islam. 

"Kecemburuan adalah konsekuensi logis dari cinta. Tak ada cemburu, mustahil ada cinta." 

Dan apabila Ghirah telah tak ada lagi, ucapkanlah takbir empat kali ke dalam tubuh ummat Islam itu. Kocongkan kain kafannya lalu masukkan ke dalam keranda dan hantarkan ke kuburan. (Buya Hamka) 

Wassalaamu'alai kum warohmatullohi wabarokaatuh 

“Wahai yang bersemangat lemah, sesungguhnya jalan ini padanya Nuh menjadi tua, Yahya dibunuh, Zakariya digergaji, Ibrahim dilemparkan ke api yang membara, dan Muhammad disiksa, dan engkau menginginkan Islam yang mudah, yang mendatangi kedua kakimu?” ~ Ibnu Qayyim al-Jauziyah ~ 

Senin, 13 April 2015

RainBow moNtain

🌹Bismillaahirrahmaanirrahiim

🗻 Surat Al Fathir 27 - Gunung Berwarna Warni

Seperti halnya Surat Ar Rahman 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan yang tidak bercampur; ternyata fenomena gunung berwarna-warni yang difirmankan Allah dalam Surat Al Fahir 27, pun benar adanya.

Meskipun demikian,mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fenomena alam yang indah berupa gunung-gunung yang berwarna-warni di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, Cina.

Al-Qur'an telah menginformasikan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu.
Apakah Nabi Muhammad SAW pernah ke Cina?
Tidak pernah sama sekali.
Tiada lain tiada bukan, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah SWT semata,

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya.
Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang BERANEKA MACAM WARNANYA dan ada (pula) yang hitam pekat."
(QS. Fathir 27)

Gunung yang terletak di China ini tampak seperti hamparan pelangi karena itu orang menyebutnya 'rainbow mountain'.

Gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China.

Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.
Meskipun demikian, di sana tidak ditemui tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.

Fenomena alam yang menakjubkan ini merupakan contoh geomorfologi petrografi yang terbentuk karena kondisi lingkungan.

Menurut Telegraph, warna-warni perbukitan yang menakjubkan  tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak Periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.

Gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin kontras jika turun hujan pada hari sebelumnya.

Saat gunung ini pertama kali diketahui khalayak melalui foto yang beredar di dunia maya, banyak yang beranggapan kalau pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer. Tetapi sekarang Zhangye Danxia Park menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China.

Masyaa Allaah.
Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.

Sabtu, 11 April 2015

KeAjaiBan angka.3

💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak akan kembali :
          1. Waktu 🕐
          2. Kata-kata 😌
          3. Kesempatan 😊
💐 Ada 3 Hal yg dapat menghancurkan hidup seseorg :
          1. Kemarahan 😡
          2. Keangkuhan 😎
          3. Dendam 👹
💐 Ada 3 Hal yg tidak boleh hilang :
          1. Harapan 😊
          2. Keikhlasan 😇
          3. Kejujuran 😇
💐 Ada 3 Hal yg paling berharga :
         1. Kasih Sayang 👪
         2. Cinta 💘
         3. Kebaikan 😇
💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak pernah pasti :
          1. Kekayaan 💰
          2. Kejayaan 🎓 
          3. Mimpi 💤
💐 Ada 3 Hal yg membentuk watak seseorg :
          1. Komitmen 👌
          2. Ketulusan 🙏
          3. Kerja keras 💪
💐 Ada 3 Hal yg membuat kita sukses :
          1. Tekad ✊
          2. Kemauan 👆
          3. Fokus ☝
💐 Ada 3 Hal yg tidak pernah kita tahu :
         1. Rezeki 💎
         2. Umur 👶�
         3. Jodoh 💑
TAPI, ada 3 Hal dalam hidup yg PASTI dan TIDAK DAPAT DI ELAKKAN :
          1. Tua 👵
          2. Sakit 🏥
          3. Mati 👼.                                  

Yuk taHsin...

✏📚 Cara Ust. Yusuf Mansur ngafal Quran

📖1hr 1 ayat. atau 1 baris. ga usah sengaja2 dihafal. coba dibaca aja: 20x, 40x. tar jg hafal sendiri. co ba deh. ayat apa aja. +baca2 artinya.

📑kira2 dpt 5 baris, 1 kelompok (5 baris itu), baca lagi 20x sd 40x.

📄anggap aja bnr 1hr 1 baris. maka dibuat santai aja. hari ke-6 kan mestinya baris ke-6.... ini ga usah lanjut dulu baris ke 6. muroja'ah aja.

🎈hari ke 7 baru mulai baris ke 6 nya.

🎓hari ke-6, gunakan sbg muroja'ah baris ke 1 sd baris ke 5.

📝oh ya, u Al Qur'an pojok, 1 halaman ada 15 baris. jd kurang lbh, selesaikan santai aja 18hr u 1 halaman. sambil liat2 artinya.

💉bila per baris, 20 sd 40x baca. lalu per kelompok (5 baris), 20 sd 40x baca. maka sbnrnya qt dah baca 40 sd 80x per barisnya.

🙇baca banyak, denger banyak, bakal afal dg sendirinya. dan jauh dari stress. kdg stress itu timbul sbb mau lsg hafal, makanya lsg ngafal.

👊kalo perlu, jajal nih cara hebat. sederhana. ga pake cara macem2. cuma baca banyak. jajal dah. pilih halaman mana aja. kalo perlu yg sulit.

👀lalu 1 hlmn itu g usah dibagi2. baca aja 20x, 40x, 80x, bhkn sd 200x. bacanya sambil mata fokus ke posisi msg2 ayat/baris. jgn begeser.

⛅dan jgn brusaha ngafal, sehingga mata liat langit2 (atap), atau mninggalkan meliat mushaf/lembaran itu. jgn. pokoknya dibaca aja sambi liat.

📚jumlah banyaknya bacaan diliat2. sd 200x. nanti efeknya bkl top banget. selain bakal hafal dg sendirinya. jg bakal bnyk pahala&kebaikannya.

💰1 baris kira2 50 huruf. 1 halaman 15 baris. atau = 750 huruf. kalo dikali 10, maka akan dpt 7500 kebaikan. kalo dikali 700? 525rb kebaikan.

🎁krn 1 halaman itu qt baca 20, 40x, 80x, hingga 200x, maka kebaikan yg didapat berpotensi sd 105jt kebaikan.

👬👭blm lg kalo berposisi ngajak/ngajar 1 oraaaaaaaaannnggg aja. yg lain selain diri qt. maka? trjadi pelipatan kebaikan. buanyak bnr dah.

📝👭👭👭👭👭👭👭👭👭👭apalagi nih, misal, yg diajak, trs ngajak lagi. yg diajak, ngajak lagi. teruuuussss sd kedalaman&keluasan tak terhingga. wuaaaahhhh...
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Jumat, 10 April 2015

TerseSat di akhiRat.. InnaLiLLah

[ 📖 ] "Terjebak Macet di Akhirat" :::

Ustadz Abdullah Zaen, MA ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ 

Terjebak macet, siapa yang mau? Jenuh, gerah, bosan, pengap dan bising, itu sebagian alasannya. Terlebih bila berada di dalam sebuah kendaraan yang tidak layak pakai dan dalam waktu yang lama pula. Pendek kata, “macet” telah menjadi suatu momok yang menakutkan. 

Segala cara dilakukan, baik oleh pribadi maupun institusi, untuk menghindari atau mengurai kemacetan. Mencari jalur alternatif, menentukan waktu yang tepat untuk bepergian, memilih kendaraan yang nyaman dan full fasilitas guna membunuh kejenuhan bilamana harus terjebak kemacetan, dan sekian banyak usaha lainnya.

Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kemacetan itu bukan hanya terjadi di dunia? 

Ada kemacetan lain yang jauh lebih mengerikan, yakni di akhirat. Lalu apa pula yang sudah kita persiapkan agar tidak terjebak di dalam kemacetan tersebut?

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,

“لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ”

“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia manfaatkan, tentang ilmunya apa yang sudah diamalkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia nafkahkan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan”. 
(HR. Tirmidzy dari Abu Barzah al-Aslamy radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzy) .

Empat jenis pertanggungjawaban di atas inilah yang akan merintangi jalan seorang hamba di akhirat. Umur, ilmu, harta dan tubuh.

1. Umur yang Allah berikan kepada kita di dunia ini, lebih sering kita isi dengan sesuatu yang diridhai-Nya, atau justru sebaliknya?

2. Ilmu yang kita ketahui, seberapa persen yang sudah kita amalkan?

3. Harta yang kita punyai, didapatkan dengan cara seperti apa? Lalu digunakan untuk apa? Pertanyaan dobel inilah yang akan diajukan pada kita kelak, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas harta yang Allah rizkikan pada kita.

4. Tubuh yang kita miliki, lebih banyak kita pergunakan untuk apa? Untuk menjalankan ketaatan kepada Allah kah? Atau untuk berbuat maksiat kepada-Nya?

Ketika seluruh karunia di atas bisa kita pertanggungjawabkan dengan baik, saat itulah perjalanan kita berikutnya di alam akhirat akan lancar. Namun, bila justru yang terjadi adalah sebaliknya, maka bersiaplah untuk terjebak macet di akhirat! 

Kedua kaki ini akan terpancang kaku! 

Na’udzubillah min dzalik…

Berhasil atau tidaknya kita melewati rintangan ini, tergantung taufik dari Allah ta’ala. Juga sejauh mana persiapan kita di dunia ini untuk menghadapi hari yang maha dahsyat. 

Selamat bersiap-siap menghadapi hari itu!
صفي رزقي املي

Kamis, 09 April 2015

WoRteL vS maTa

Siapa saNGKA benTuk daLam worteL sama Bentuk biji mata?
Allah tidak MencipatKan sesuaTu tanPa Manfaat. Menurut pneLitian konsuMsi woRteL bisa MencerahKan PengLihatan. terNyata SecaRa pencipTaan meManG berfunGsi uNtuk kesehatan Mata. Di bukTikan BentuKnya yanG sama.
SubhanaLLah....

صفي رزقي املي

AdiK kakaK saMa saja.

Seputar sibling rivalry..

1. Orangtua seringkali tanpa sadar mengabaikan anak no.1 ketika anak no.2 lahir,dan menganggap si kk sbagai pengganggu.

2. Anak no.1 sering menganggap anak no.2 seBagai pengambil ortunya kaRna orangtua lupa menyiapkan si kk.

3. Ketika anak berkelahi,ortu seharusnya tiDak MenJadi hakim yaNg langsung memutuskan siapa yaNg salah,taPi sebAgai mediator.

4. Seharusnya anakaNak dilatih uNtuk menyelesaikan masalahnya sendiri ketika berkelahi. Bantu,bukan selesaikan.

5. Kk tidak harus mengalah hanya karena mrEka lebih tua,lebih besar. Adik jUga harus belajar bersabar uNtuk meminjam.

6. Ketika si kk beLum mau meminjamkan mainannya,orangtua tidaK boleh memaksakan si kk.

7. Seringkali karena lelah,emosi & terkejar waktu,ortu mencari jalan pintas dan menyelesaikan masalah secara cepat.

8. Ajak kk-adik berdialog,cari apa (bukan SIAPA) yang salah,dan cari jalan tengah yg damai.

9. Setelah diajarkan baGaimana menyelesaikan masalah,anak bisa diperbolehkan unTuk melakukannya sendiri.

10. TiDak banyak perbedaan antara proses penyelesaian masalah antara kk-adik yang sama maupun berbeda jenis kelaminnya.

11. Anak harus belajar membela dirinya,menyelesaikan masalahnya,karena mereka membutuhkan keterampilan itu nanti.

12. Konflik di masa kecil hrus diselesaikan denGan baik dan bijak kaRna bisa meNjadi bibit unTuk konflik dimasa dewasa. Sekarang berebut mainan,nanti berebut warisan.

13. Penanganan yaNg salah daRi pihak ortu tenTang #siblingrivalry antara kk-adik bisa menimbulkan kebencian antar keduanya.

14. Konsep kepemilikan harus diajarkan sejak sangat dini,kaRna anak harus belajar menghargai barang miliknya dan oRang lain.

15. Orangtua harus adil,dan adil bukan berarti memberikan segala sesuatu yg sama kpd keduanya,tp sesuai kebutuhan.

Senin, 06 April 2015

ALpuKat Vs RahiM

Tak Ada Penyakit YanG Tak DaPat disemBuhKan KecuaLi maLas BeroBat.
TerNyata buah Pun terBentuh bUkan Tanpa ManFaat. Jadi alasan SakiTnya Tak KunjunG semBuh iTu apa? ALasan maLas berobat iTu apa? SedanG obatNya ada aLami nan Murah,, ee mUdah puLa didapatNya..
ManFaatKan LinGkunGan kiTa sebaiKbaiKnya.
Keep sPirit bUndabUndaaa...

Jumat, 03 April 2015

AnAk sukSes..

•| ANAK SUKSES ? BERMULA DARI BANGUN PAGI
(TIPS PARENTING)

🍄🌵🍄🌵🍄🌵🍄🌵

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya
dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati

3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang

4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.

5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang
menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang
tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan
tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah
Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah

9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan
cara yg ia bilang

10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam

11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus
ke hati

12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh
transisi

13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-
mudahan jadi pola

14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. InsyaAllah anak
bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya
telah menyesuaikan

15| Jika ayah tak sempat  membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak
merasa diabaikan

16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna

17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada
upaya perbaikan

18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat

19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami

20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi.

🌾🌿🌾🌿🌾🌿🌾

Semoga bermanfaat ...

جزاكم الله خيرا
بارك الله فيكم