Rabu, 22 April 2015

WaHai isTri...

menggambarkan tentang suami :

Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah SUAMIKU dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku:
Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping peRempUan yang asing baginya.

Dia tinggalkan rumah orang tuanya. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada pereMpuaN yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar.

Dia memBahagiakan pereMpuaN itu sesuai dengan yang diridhai Allah. Semua itu berdasarkan perintah agama,
subhanallah...... Dari sini muncul pertanyaan di dalam diriku?!

Kenapa sampai gampang bagi sebagian peRemPuan untuk meNguMbar aib suAminYa, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya, kemudian datang kepadanya.

Kenapa ringan bagi sebagian pEremPuan untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya?!

Kenapa ringan bagi sebagian pereMpuaN menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama sUami dan anak-anaknya?!

Kenapa ringan bagi sebagian pereMpuaN menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi sUaminYa, tidak ia ajak keluar dan juga tidak ia temani.

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian PeremPuan membiarkan sUaminYa teraBaikan, sementara di dalam hatinya ada kegetiran perasaan,dioTaknya punYa seriBu fikiran membahagiaKan istri aNaknya, di matanya ada air mata tertahan uNtuk kehaRuan senYum anAk istrinya?!

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian pEremPuan pergi berjalan sementara suAminya dan aAnakNya ia tinggalkan tanpa peduli dengan nasib mereka selama ia pergi.

Kenapa bisa ringan bagi sebagian peRempUan berlepas diri dari tanggungjawab yang akan ia pertanggungjawabkan di akhirat nanti sebagaimana yang di sampaikan oleh Rasulullah?! Rasulullah bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya..." — bersama An Nisa Nurul Khasanah dan 5 lainnya.

UntuKmu sUamikU.
Mrs. IsQ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar